Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 19 November 2025, 1 Petrus 2:23-25 Jadilah Teladan Di Era Digital

Alfianne Lumantow • 2025-11-17 11:07:54
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Petrus 2: 23-25

JADILAH TELADAN DI ERA DIGITAL

"Ketika la dicaci maki, la tidak membalas dengan mencaci maki; ketika la menderita, la tidak mengancam, tetapi la menyerahkan diri-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (ay.23)

Hidup benar tidak selalu membuat kita terhindar dari penderitaan. Bahkan, terkadang justru karena kita hidup benar, kita mengalami tekanan, penolakan, bahkan ejekan di dunia nyata maupun digital.

Jika seperti ini terjadi, keinginan untuk membalas bisa membara dalam diri kita atau sebaliknya menempatkan kita menjadi apatis untuk tidak lagi melakukan kebenaran dan keadilan.

Kadang kita merasa sia-sia bahkan menderita sehingga enggan melakukan kebenaran dan tidak mau lagi memperjuangkan hal baik, untuk menyatakan keadilan bagi sesama.

Namun, haruskah kita menyerah?  Sebagai pengikut Kristus, kita harus meneladani Yesus saat menghadapi penderitaan.

Dia tidak membalas ketika dicaci, tidak membalas dengan cacian kembali bahkan tidak menyakiti meski mampu.

Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, meskipun la punya kuasa untuk melakukan-Nya.

Ini bukan kelemahan, tapi kekuatan kasih dan ketaatan yang luar biasa. Ayat 22, menegaskan bahwa Yesus tidak pernah berbuat dosa, bahkan tidak ada tipu dalam mulut-Nya.

la benar secara sempurna-baik secara moral maupun perkataan. Namun, meskipun tanpa kesalahan, la tetap mengalami penderitaan, penghinaan, dan ketidakadilan.

Di tengah dunia yang mudah marah dan reaktif, terutama di media sosial, Yesus mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, tidak membalas hinaan, dan lebih memilih jalan damai.

Yesus menyerahkan segala perlakuan tidak adil itu kepada Allah, yang menghakimi dengan adil.

Ia tidak mencari pembelaan diri atau balas dendam, melainkan percaya bahwa Allah akan menegakkan keadilan pada waktu-Nya.

Saat difitnah, diperlakukan tidak adil, atau disalahpahami, kita diajak meneladani Yesus dan berserah kepada Tuhan, bukan membalas dengan cara dunia. Amin.

 

Doa: Tuhan, mampukan kami menjadi teladan dalam hidup ini. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT