Yunus 2:1-4
DIA HANYA SEJAUH DOA
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bahkan di saat susah, berdoalah dan mintalah kepada Tuhan.
katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan la menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengakan suaraku. (ayat 2)
Pada suatu hari ada sekelompok pemuda berencana untuk mendaki gunung pada masa liburan semester, semua sudah direncanakan baik dari fisik maupun peralatan.
Saat mendaki gunung, semuanya lancar hingga sampai di puncak gunung. Setelah mereka sampai di puncak dan berfoto juga menikmati pemandangan, mereka turun dan mulailah cuaca tiba-tiba berubah menjadi badai dan mereka tidak siap untuk menghadapi badai tersebut.
Mereka semua takut dan gelisah dalam menghadapi badai tersebut, dan mereka mencoba menghubungi pos yang ada di bawah, tetapi sia-sia.
Mereka mencoba mengirimkan sinyal melalui bunyi- bunyian tetapi juga sia-sia. Lalu mereka pasrah kepada Tuhan dan mereka berdoa.
Rekan muda, dalam bacaan hari ini kita melihat Yunus yang berdoa dan berseru kepada Tuhan di dalam perut ikan.
Kita bertanya-tanya apakah Tuhan tetap menyelamatkan Yunus yang ada di perut ikan? Jawabannya Tuhan menyelamatkan Yunus dengan cara Tuhan yang penuh misteri.
Yunus berada di perut ikan bukan semata-mata kebetulan, tetapi itulah cara Tuhan untuk menyelamatkan Yunus di laut.
Yunus merasa berdosa dan bersalah kepada Tuhan, karena Yunus sudah mangkir dari perintah Tuhan untuk ke kota Niniwe, tetapi dengan kasih Tuhan, la menyelamatkan Yunus lewat ikan yang menelan Yunus.
Rekan muda yang dikasihi oleh Tuhan, seringkali saat kita berada di situasi yang senang dan bahagia, kita lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Barulah saat susah dan dalam pergumulan, kita berdoa dan berseru kepada Tuhan. Kita lupa bahwa saat senang pun, Tuhan ada dan saat susah pun Tuhan tetap ada menyelamatkan kita.
Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhanlah penyelamat kita semua. Tuhan memberkati! Amin.
Doa: Tuhan, aku datang dan berseru kepada-Mu. Sendengkanlah telinga-Mu untuk mendengar seruanku. Amin
Editor : Alfianne Lumantow