Yunus 2:5-6
FOMO
di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itukah Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku." (ay.6)
Pernahkah Saudara merasa cemas karena tidak mengikuti perjalanan pariwisata kelompok sosial Saudara?Bagaimana rasanya menyimak diskusi dan foto-foto perjalanan mereka?
Tetap bersemangat walaupun tidak ikut, atau merasa tidak nyaman, sedih juga cemas akan terasing dari kelompok tersebut? Fenomena psikologis ini dikenal dengan Istilah "FOMO" (Fear of Missing Out).
Perasaan yang sering disebabkan oleh penggunaan media sosial ini cenderung membuat orang merasa khawatir jika tidak dapat menghadiri acara, mengikuti tren atau tidak memiliki barang yang sama dengan orang lain.
Seseorang yang mengalami FOMO cenderung selalu ingin mengetahui keadaan orang lain atau gosip terbaru.
Orang seperti ini berani mengeluarkan uang melebihi kemampuan karena tidak mau dipandang ketinggalan zaman dan harus tetap up to date.
FOMO mendorong orang takut terisolir dari lingkungannya sehingga menerima setiap ajakan walaupun sebenarnya tidak menarik dan tidak dapat diikutinya.
Sekalipun FOMO adalah istilah modern, tetapi ada kemiripan antara orang yang sedang FOMO dengan perasaan Yunus.
Bacaan kita bercerita tentang Yunus yang tenggelam dan merasa seperti mengalami ditinggal dan terpisah jauh dari kehidupan.
Yunus FOMO hebat ketika berada di dalam perut ikan yang membuatnya seperti dalam kematian.
Secara fisik Yunus terisolir jauh dan sulit untuk menemukan jalan kembali. Bacaan kita mengatakan, "Rumput laut membelit kepalaku, ke dasar gunung-gunung aku turun, tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku selama-lamanya."
Dalam kondisi FOMO Yunus berseru kepada Tuhan untuk mengangkat nyawanya dari dalam liang kubur.
Jika merasa terisolasi dari keramaian sekalipun terhubung secara digital, jangan berputus asa. Berserulah kepada Tuhan yang dapat melepaskan belenggu hidup kita. Amin.
Doa: Terima kasih untuk sabda-Mu yang mengingatkan kami bahwa Engkau senantiasa memperhatikan kami, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow