Inggris secara resmi memperingati satu abad (100 tahun) kelahiran mendiang Ratu Elizabeth II dengan menggelar pameran busana bertajuk "Queen Elizabeth II: Her Life in Style" di The King’s Gallery, Istana Buckingham, London. Pameran ini memperlihatkan evolusi gaya berpakaian sang Ratu yang telah diakui sebagai salah satu ikon mode paling berpengaruh di dunia.
Pratinjau pameran yang digelar pada Kamis (9/4/2026) tersebut menghadirkan deretan koleksi pribadi mendiang penguasa Britania Raya. Koleksi yang dipamerkan mencakup pakaian harian dari masa mudanya saat masih berstatus sebagai Putri Elizabeth, gaun-gaun kenegaraan yang megah, hingga jajaran aksesori pelengkap yang sangat ikonik.
Koleksi berharga yang dikelola oleh lembaga Royal Collection Trust ini menegaskan bahwa pilihan busana Ratu Elizabeth II tidak sekadar berfokus pada estetika, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen diplomasi budaya serta simbol kekuatan monarki yang anggun sepanjang masa pemerintahannya.
Koleksi Busana dan Mahkota Legendaris
Di dalam ruang pameran, para pengunjung disuguhkan penampakan gaun-gaun anggun yang dirawat secara teliti oleh tim konservator tekstil seperti Cecilia Oliver dari Royal Collection Trust. Setiap helai pakaian yang dipajang memuat narasi perjalanan hidup sang Ratu, mulai dari era pasca-Perang Dunia II hingga menjadi pemimpin monarki terlama dalam sejarah Britania.
Salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian dalam pameran ini adalah perhiasan mahkota legendaris Burmese Ruby Tiara. Selain mahkota permata tersebut, pameran juga menampilkan koleksi topi khas, tas tangan, serta sepatu yang selama berdekade-dekade menjadi ciri khas gaya berpakaian beliau dalam berbagai kunjungan kenegaraan.
Melalui gelaran pameran "Queen Elizabeth II: Her Life in Style", publik diajak untuk mengapresiasi kembali warisan gaya Ratu Elizabeth II yang senantiasa konsisten, berwibawa, dan tak lekang oleh waktu. Pameran peringatan satu abad ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi serta pengaruh besar beliau dalam sejarah busana dunia.
Editor : ALengkong