Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Prostitusi Online Melalui Facebook di Tangkap ! Pelaku Jual Mahasiswi dengan Tarif dengan Tarif Rp 2 Juta

Tesalonika Pontororing • Jumat, 28 Juli 2023 | 14:31 WIB

PAKAI BAJU TAHANAN: WR, pengelola dan pemilik akun Mami Elga, digelandang petugas di Mapolrestabes Surabaya kemarin (27/7).
PAKAI BAJU TAHANAN: WR, pengelola dan pemilik akun Mami Elga, digelandang petugas di Mapolrestabes Surabaya kemarin (27/7).
JASOSATU.com - "WR, pengelola akun Mami Elga, merekrut mahasiswi perantauan yang kesulitan ekonomi untuk dijual kepada pria hidung belang. Mereka dijajakan ke sejumlah grup di Facebook (FB). Untuk sekali kencan, muncikari itu mematok harga Rp 1,5 juta sampai 2 juta. Kasubnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya Ipda Tri Wulandari menuturkan, WR ditangkap awal bulan lalu."

"Saat patroli siber, kami menemukan akun yang menawarkan jasa pelayanan seksual," katanya Kamis (27/7). Temuan itu didalami petugas. WR kemudian terdeteksi di salah satu hotel di tengah kota. Warga Jalan Wonorejo tersebut ternyata baru saja mengantar HR, salah satu anak buahnya, melayani tamu. Barang bukti yang diamankan berupa ponsel, alat kontrasepsi, dan uang tunai."

"WR mematok layanan kencan kilat itu dengan harga Rp 2 juta. Dialah yang menerima uang dari pelanggan. Dari transaksi tersebut, tersangka meminta bagian Rp 600 ribu. Sisanya untuk anak buahnya," ungkap Wulan, sapaan akrab Tri Wulandari."

Baca Juga: KPK Panggil Ketua dan Anggota Komisi V DPR Terkait Dugaan Korupsi Proyek KAI

"Dalam pengembangan lebih lanjut, penyidik menemukan fakta lain. HR bukan satu-satunya perempuan yang dijual oleh WR. Pria 25 tahun itu punya dua anak buah lain yang juga dijajakan kepada pria hidung belang secara online. Menurut Wulan, ketiga korban adalah mahasiswi di perguruan tinggi swasta. Ketiganya kuliah di kampus yang berbeda. Mereka mengenal WR dari teman lain. Oleh WR, ketiganya lantas ditawari untuk menjadi pekerja seks komersial (PSK)."

"WR tidak asal menawari mahasiswa itu menjadi PSK. Sebelumnya, dia mengecek terlebih dahulu kondisi ekonomi ketiganya. Apabila mereka benar-benar kesulitan ekonomi langsung direkrut. Hasil pemeriksaan kami, semua korban adalah perantau dari luar pulau," ujarnya."

"Wulan menambahkan, dua korban lain belum diperiksa. Sebab, posisi mereka sedang di kampung halaman. Namun, bukti-buktinya sudah kami dapat," katanya."

Baca Juga: Ketua KPK : Ada Tiga Strategi Tangguh Hadapi Korupsi

"Dalam praktiknya, tersangka mematok tarif beragam untuk tiga anak buahnya. Harganya disesuaikan dengan paras mereka. Tetapi, WR selalu meminta bagian Rp 600 ribu. Dia yang mengatur transaksi, termasuk pemilihan hotel," papar Wulan."

"WR mengaku menyediakan perempuan. Orang yang berminat diminta menghubungi. Dalam komunikasi lanjutan itu, WR menunjukkan foto korban berpakaian minim sekaligus tarifnya."(JGP)

 

Editor : Tesalonika Pontororing
#mucikari #prostitusi online #FACEBOOK