JAGOSATU.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut) yang baru, Brigjen Pol Yudo Hermanto sudah ditunggu dua kasus besar. Pertama masalah akut Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela. Dan kedua, Tragedi Drag Race Maut di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu. PETI, selain merusak lingkungan, juga mengganggu kamtibmas di Sulut. Sudah banyak korban jiwa berjatuhan. Tidak kalah ruwet, para cukong PETI banyak di-back up oknum aparat kepolisian dan matra TNI lainnya di lokasi.
Sedangkan insiden kecelakaan di event Drag Race Maut Upai, menelan 9 korban meninggal dan 8 lainnya luka serius. Netizen ramai membahas dua kasus itu sebagai Pekerjaan Rumah (PR) yang sudah menunggu Yudo Hermanto dan merupakan peninggalan Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Dr Royke Harry Langie. Meski ditunggu dan meninggalkan dua kasus yang viral secara nasional, Yudo dan Royke masuk tempat tugas baru dengan langsung promosi kenaikan pangkat setingkat. Brigjen Yudo Hermanto naik jadi Irjen sementara Irjen Royke kini menyandang bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi (Komjen).
Komjen Royke juga mendapat posisi strategis di Mabes Polri, Trunojoyo,, Jakarta. Yaitu promosi sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Komjen Dr Royke, pria kelahiran 24 November 1970 itu bertugas sebagai Kapolda Sulut sejak 20 Agustus 2024 dan berakhir pada 30 Agustus 2026.
Irjen Yudo Hermanto sebelumnya adalah Karopaminal Divpropam Polri. Lulusan Akpol 1997 ini kelahiran Jakarta 6 November 1974. Ia memiliki pengalaman luas di bidang Propam.
Tidak cuma kursi Kapolda yang berganti. Wakapolda juga ikut bergeser. Wakapolda Sulut yang lama, Brigjen Pol Awi Setiyono dimutasi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri. Sementara posisi Wakapolda Sulut kini diisi Brigjen Pol Dr Susetio Cahyadi, sebelumnya menjabat Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Selain pucuk pimpinan di Polda Sulut, mutasi juga dialami sejumlah Pejabat Utama Polda Sulut. Berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Kombes Pol Dr. Alamsyah Parulian Hasibuan dimutasi dan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kaprodi S1 HK Kepol Ditprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri.
Posisi Kabid Humas Polda Sulut kini dipercayakan kepada Kombes Pol Steidy Raranta yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri.
Untuk poisisi Dirintelkam Polda Sulut Kombes Pol Sugeng Prayitno dimutasi sebagai Pamen Polda Sulut dalam rangka purna tugas (pensiun).
Jabatan Dirintelkam Polda Sulut diserahterimakan kepada Kombes Pol Malpa Malacoppo yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya Tk. III Baintelkam Polri. Dan Kombes Pol Arian Primadanu Colibrito yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Sulut, diangkat dalam jabatan baru sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. II Itwasum Polri.
Tongkat komando di Jalan Bhetesda berganti, suara netizen kian kencang agar Kapolda baru langsung action memberantas PETI yang massif merusak lingkungan dan mengganggu kamtibmas Sulut. Apalagi sudah ada instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri, untuk menarik semua oknum aparat kepolisian yang mendapat tugas ekstra, mem-back up cukong tambang illegal.
Soal Traged Drag Race Maut Upai, netizen meminta Polda Sulut yang mengambil alih kasus ini tidak lambat bergerak. Setidaknya, setelah dilantik, Yudo Hermanto langsung mengumumkan siapa yang layak tersangka pada insiden naas yang menelan 9 nyawa dan 8 luka berat itu.
Eks Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Polri, itu diminta tidak pilih kasih.
Sebab, ada dua anak penggede yang turut terlibat dalam Tragedi Drag Race Maut Upai. Yakni, Rio Dondokambey, anggota DPR RI dari PDIP dan anak dari Olly Dondokambey, mantan Gubernur Sulut dan kini masih menjabat Bendahara umum DPP PDIP. Rio adalah Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulut. IMI pemberi rekomendasi event otomotif sirkuit non permanen itu.
Sementara Standius Bara Prima (SBP), adalah putra sulung Mayjen TNI (Pur) Yulius Selvanus Lumbaa-Komaling, Gubernur Sulut 2024-2029. SBP menjabat sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulut, underbow Partai Gerindra. Sedangkan sang ayah, selain Gubernur Sulut juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sulut. TIDAR Sulut menjadi bagian penting Drag Race Maut Upai sebagai sponsor utama. Foto SBP terpampang besar dalam flyer yang bertebaran di sudut-sudut Kota Kotamobagu, lokasi event resmi otomotif Sulut itu.
Pada salah satu pemberitaan media online lokal Bolmong Raya (BMR), aktivis Yudi Batalipu berharap Kapolda baru kelak membawa angin segar dalam penanganan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik. Dua yang sedang jadi sorotan keras adalah masalah akut PETI yang sudah menahun dan tragedi maut Drag Race Upai.
“Semoga Kapolda baru membawa titik terang dalam penanganan PETI dan Drag Race Maut Upai. PETI sudah sedemikian meresahkan masyarakat, menyusul penertiban setengah hati dan Drag race Maut Upai yang sudah hampir sebulan belum satu pun dimintai pertanggungjawaban sah secara hukum,’’ ucap Dix, sapaannya.
“Harapan besar adalah kepastian hukum penanganan kasus-kasus ini. Tidak cuma sekadar gembar-gembor di awal tapi lalu meredup. PETI sudah akut dan menahun, Drag Race Maut Upai menelan 9 korban nyawa manusia, tapi kesannya penyelidikan lambat. Sampai saat ini tidak ada yang dinyatakan sebagai tersangka. Baru sebatas pemeriksaan, wawancara klarifikasi dan tidak pula dipublish ke masyarakat luas,’’ tulis netizen di media sosial, menyambung sorotan Yudi Batalipu.
Di sisi lain, pemanggilan pemeriksaan berupa wawancara dan klarifikasi kepada sejumlah pihak terlibat dalam Drag race Maut Upai, sudah dilakukan Polda melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus). Gelar perkara juga sudah dilakukan. Surat yang diteken Dit Krimsus Polda Sulut, Kombes Pol Winardi Prabowo SIK, MH, itu memanggil para deretan terkait untuk dimintai keterangan pada Selasa 1 September 2026. Pemeriksaan dilaksanakan di Ruang No 15 Unit I Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus dengan Nomor Surat B/1224/VIII/RES.5./2026/Dit Reskrimsus.
Mereka yang diperiksa antara lain Ketua Panitia Drag Race Maut Upai, Lucky Sugeha, Pimpinan Lomba (Unsur IMI Sulut), Pengawas Lomba (Usnur IMI Sulut), Scrutineering (teknisi mesin mobil balap). Namun, hingga Kamis 3 September 2026 hari ini, belum ada pengumuman Polda tentang hasil pemeriksaan itu.
Bocoran yang diterima koran ini, pengumuman keterlibatan oknum-oknum terkait event tersebut menjadi tersangka nanti akan dilakukan Kapolda Baru Irjen Pol Yudo Hermanto dalam kurun dua tiga hari ke depan. ‘’Intinya Polda harus sangat teliti dalam penyelidikan kasus ini, tidak ada indikasi memperlambat seperti dugaan warga. Pokoknya tunggu saja, jika bukti-bukti sudah kuat, segera diumumkan siapa penanggungjawab tragedi dan menyandang status tersangka. Pak Kapolda sendiri yang akan mengumumkan.’’ Demikian bocoran A1 yang diperoleh koran ini pada sumber internal Mako Polda Sulut di Jalan Bhetesda Manado, kemarin.(dbs/ril)
Editor : Hairil Paputungan