Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Polusi Udara Semakin Parah: Panduan Menjaga Kualitas Udara di Rumah Demi Kesehatan

Deiby Rotinsulu • 2023-08-25 16:23:02
Suasana gedung bertingkat diselimuti kabut polusi udara, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Suasana gedung bertingkat diselimuti kabut polusi udara, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

JAGOSATU.COM - Polusi udara di Jakarta belakangan ini telah menjadi permasalahan serius, terutama bagi warga yang tinggal dan bekerja di kawasan Jabodetabek.

Lonjakan jumlah kendaraan bermotor, kegiatan industri, dan faktor lainnya telah memicu penurunan kualitas udara yang semakin parah, dan ini berdampak negatif pada kesehatan.

Masyarakat sudah mulai merasakan dampak langsungnya, mulai dari masalah kulit hingga iritasi mata dan gangguan pernapasan.

Ini menjadi ancaman kesehatan serius, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengusulkan penerapan sistem WFH (work from home) untuk melindungi masyarakat dari dampak langsung polusi udara.

Namun, pertanyaannya adalah, apakah langkah ini sudah cukup untuk melindungi kita dan keluarga dari dampak buruk kualitas udara saat ini?

Selain imbauan tersebut, kita juga dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dan keluarga di dalam rumah dari dampak negatif polusi udara, terutama jika kita tinggal di sekitar kawasan industri atau jalan raya yang ramai.

memberikan beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menjaga kualitas udara di rumah agar tetap sehat.

Pertama, hindari membuka pintu dan jendela terlalu sering, karena hal ini dapat memungkinkan udara luar yang tercemar masuk ke dalam rumah.

Meskipun sirkulasi udara penting, kita perlu memilih waktu yang tepat ketika tingkat polusi udara tidak terlalu tinggi.

Bagi mereka yang tinggal di gedung bertingkat di area padat, pastikan untuk tidak membuka jendela pada jam-jam sibuk.

Perhatikan saat keramaian lalu lintas dan aktivitas industri berkurang, sehingga sirkulasi udara tetap sehat dan bersih.

Kedua, udara dalam ruangan dapat menjadi terlalu lembap jika terlalu sering terperangkap.

Untuk mengatasi udara lembap, gunakanlah exhaust fan yang akan membawa udara panas dan lembap keluar rumah.

Exhaust fan dapat membantu menjaga sirkulasi udara tetap lancar dan mengurangi kumpulan polutan dalam ruangan.

Ketiga, penerapan seal atau karet pada pintu dan jendela juga dapat membantu.

Seal karet di celah pintu dan jendela mampu mencegah udara kotor dari luar masuk ke dalam rumah.

Selanjutnya, menanam tanaman yang secara alami dapat menyaring udara juga bisa menjadi solusi.

Tanaman pembersih udara seperti bambu dan lidah mertua yang ditempatkan di sekitar rumah dapat membantu mengurangi polutan yang masuk ke lingkungan sekitar rumah.

Tempat penanaman juga penting, sebaiknya diletakkan di tepi jalan atau area yang cukup terbuka.

Jika menggunakan AC, pertimbangkan untuk menggunakan AC dengan fitur recirculate. Sebagian besar AC memiliki fitur ini, meskipun jarang digunakan.

Ketika kondisi seperti sekarang, sangat dianjurkan untuk mengaktifkan fitur ini.

Fitur recirculate akan memproses udara di dalam rumah untuk disaring dan didinginkan sebelum kembali masuk, tanpa mengambil udara dari luar.

Selain dari lima tips di atas, penggunaan air purifier juga dapat membantu menyaring udara yang masuk ke dalam rumah.

Tempatkan air purifier di daerah seperti jendela atau ruang keluarga. Olahraga teratur dan pola makan yang sehat juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terpengaruh penyakit.

Jangan lupa untuk secara rutin membersihkan rumah untuk mengurangi akumulasi debu dan partikel lain yang dapat memengaruhi kualitas udara di dalam rumah.(jpg)

 
Editor : Deiby Rotinsulu
#tips jaga kualitas udara rumah #polusi udara jabodetabek #polusi udara