JAGOSATU.COM- Osteoporosis adalah kondisi yang menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang dan menyebabkan fraktur (patah tulang).
Menurut dr. Bambang Setiyohadi, Sp.P.D., seorang konsultan reumatologi dari Universitas Indonesia, osteoporosis lebih sering terjadi pada perempuan.
Dalam data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, juga tercatat bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan pria.
Data ini juga mencatat bahwa setiap dekade bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko osteoporosis sebanyak 1,4-1,8 kali lipat.
Osteoporosis berkaitan erat dengan produksi hormon estrogen, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kadar estrogen yang tinggi secara langsung berperan dalam meningkatkan pembentukan tulang sambil menghambat pemecahan dan penyerapan tulang oleh osteoklas.
Osteoklas adalah sel-sel yang berfungsi dalam memecah jaringan tulang dan mengeluarkan kalsium dari tulang ke dalam darah.
Penting untuk dicatat bahwa hormon estrogen juga berperan secara tidak langsung dalam penyerapan kalsium di usus dan sekresi hormon paratiroid.
Setelah menopause, produksi hormon estrogen akan menurun, yang mengakibatkan lebih banyak resorpsi tulang (pemecahan tulang) daripada pembentukan tulang.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi air alkali dapat meningkatkan skor T tulang belakang pada wanita menopause yang menderita osteoporosis.
Air alkali adalah jenis air minum dengan pH di atas 8, atau yang dikenal sebagai air pH 8+.
Air alkali berbeda dari air minum biasa karena mengandung mineral alkali dan memiliki ORP negatif (Oxidation Reduction Potential), yang berarti air ini memiliki kemampuan sebagai antioksidan.
Saat ini, minuman kemasan dengan pH 8+ sudah tersedia di minimarket, dan banyak pasien osteoporosis yang telah mencoba mengonsumsi air alkali dan melaporkan manfaatnya.
Minum air alkali secara rutin dapat membantu merestorasi kesehatan tulang dan meredakan nyeri tulang.
Beberapa efek metabolik yang telah diteliti terkait konsumsi air alkali termasuk penurunan level glukosa, kolesterol, dan trigliserida dalam darah.
Selain itu, air alkali juga dapat memperbaiki fungsi metabolik dengan menekan produksi radikal bebas (terbukti pada mencit dengan sindrom metabolik), melindungi sel beta pankreas dari kerusakan oksidatif, dan mengatur keseimbangan kolesterol untuk menurunkan berat badan pada mencit yang mengalami obesitas.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun demikian, tetaplah melakukan olahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Setelah berolahraga, jangan lupa minum air alkali pH 8+ untuk mengembalikan keseimbangan pH tubuh.(jpg)
Editor : Deiby Rotinsulu