JAGOSATU.COM - Demam berdarah adalah penyakit yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.
Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan orang dewasa di daerah tropis, termasuk Indonesia.
Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus demam berdarah di Indonesia mencapai 96.347 pada tahun 2022, dengan angka kematian sebesar 0,77%.
Gejala demam berdarah umumnya muncul setelah masa inkubasi virus, yaitu 4–10 hari setelah digigit nyamuk.
Gejala utama demam berdarah adalah demam tinggi secara tiba-tiba yang bisa mencapai 40°C atau lebih. Selain demam, ada beberapa gejala demam berdarah lain yang juga sering terjadi:
- Sakit kepala berat
- Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
- Nyeri di bagian belakang mata
- Lemas dan hilang nafsu makan
- Mual atau muntah
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Ruam atau bintik kemerahan (muncul sekitar 2–5 hari setelah demam)
Gejala di atas umumnya mereda kurang dari 1 minggu, tetapi bisa juga berlangsung sampai 10 hari.
Baca Juga: Luciana Fuster, Bintang Internet yang Terpilih Sebagai Miss Grand International 2023
Setelah itu, gejala bisa berkembang dan memburuk. Biasanya, perburukan gejala terjadi antara hari ke–3 hingga hari ke‑7 setelah gejala muncul.
Demam dapat turun hingga suhu mencapai 37,5–38°C selama 1–2 hari, kemudian akan kembali naik pada hari berikutnya. Pola ini disebut sebagai saddleback fever (demam pelana).
Banyak yang mengira bahwa penurunan demam adalah tanda-tanda kesembuhan. Ditambah lagi, kebanyakan pasien DBD akan merasa seperti sudah sembuh pada fase ini.
Padahal, ia harus diawasi lebih ketat karena pada fase ini risiko terjadinya perdarahan dan kebocoran pembuluh darah justru meningkat.
Berikut ini adalah gejala demam berdarah yang menandakan bahaya dan harus diwaspadai:
- Sakit perut tak tertahankan
- Muntah-muntah
- Perdarahan, seperti gusi berdarah atau mimisan
- Terdapat darah pada urine, tinja, atau muntah
- Perdarahan di bawah permukaan kulit yang tampak seperti memar
- Lemas atau lelah
- Gelisah
- Napas yang pendek atau cepat
- Kaki dan tangan dingin, basah, dan pucat
Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.
Jangan menunda-nunda karena kondisi ini bisa menyebabkan syok dan kematian.
Baca Juga: 5 Kesalahan Pola Makan yang Bisa Merusak Kesehatan di Usia 40 Tahun
Untuk mencegah terkena demam berdarah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
- Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, kelambu, atau pakaian panjang
- Menguras dan menutup tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk
- Membersihkan lingkungan dari barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan
- Mengonsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh
- Mengikuti program vaksinasi demam berdarah jika tersedia(anti)