Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BAHAYA! Ini Dia Ciri Penyakit Gagal Ginjal Akut Pada Anak!

Aprilia Sahari • 2023-11-27 10:53:29
Ilustrasi (Tangkapan Layar Youtube SKWAD Health).
Ilustrasi (Tangkapan Layar Youtube SKWAD Health).

JAGOSATU.COM - Penyakit gagal ginjal akut pada anak telah menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Menurut laporan resmi Kementerian Kesehatan per tanggal 18 Agustus 2022, terdapat 206 kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, dengan rentang usia penderitanya mulai dari 6 bulan hingga 18 tahun. Menariknya, sebagian besar kasus masih didominasi oleh anak usia 1 hingga 5 tahun.

Meskipun jumlah kasus terus meningkat, penyebab pasti dari gagal ginjal akut pada anak belum sepenuhnya diketahui. Diduga kuat, infeksi virus seperti adenovirus dan renovirus, serta konsumsi obat yang mengandung etanol glikol, dapat menjadi pemicu utama. Kementerian Kesehatan telah melakukan investigasi mendalam, dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada kaitan dengan vaksin COVID-19.

Gejala dan Diagnosis

Gagal ginjal pada anak pada awalnya seringkali tidak menimbulkan gejala yang signifikan, membuatnya sulit dideteksi. Namun, seiring penyakit berkembang, beberapa gejala mungkin muncul, termasuk frekuensi buang air kecil yang menurun, pembengkakan pada kaki, sesak nafas, dan gangguan pada organ tubuh lainnya.

Diagnosis gagal ginjal dapat dilakukan melalui serangkaian tes, termasuk tes darah untuk mengukur fungsi ginjal, tes urine untuk mendeteksi zat-zat tertentu, dan tes pencitraan seperti USG, CT scan, dan MRI.

Penyebab Meningkatnya Kasus

Kasus yang sedang marak ini diyakini disebabkan oleh penggunaan obat-obatan sirup, khususnya yang mengandung zat etilen glikol, polietilen glikol, dan etilen glikolbutil (EGBe). Etilen glikol, yang seharusnya digunakan dalam jumlah sangat kecil, dapat menyebabkan keracunan serius atau bahkan fatal, seperti gangguan hati, penglihatan, pendengaran, kanker, saraf, dan ginjal.

Tindakan Pemerintah dan Pencegahan

Pemerintah telah mengambil tindakan serius dengan menginvestigasi lebih lanjut temuan ini. Untuk meningkatkan kewaspadaan, Kementerian Kesehatan meminta tenaga kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat dalam bentuk sirup. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan obat cair atau sirup kepada anak tanpa resep dokter.

Sebagai alternatif, orang tua dapat menggunakan obat dalam bentuk tablet, kapsul, suppositoria, atau anakan lainnya. Pemerintah juga berupaya menyediakan antidotum, seperti fomepizole, untuk mengatasi efek racun yang mungkin terjadi.

Dalam menghadapi lonjakan kasus ini, kewaspadaan dan kehati-hatian dalam penggunaan obat-obatan, terutama pada anak-anak, menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. Semua pihak diminta untuk bekerja sama agar situasi ini dapat diatasi dan masyarakat tetap terlindungi dari risiko gagal ginjal akut pada anak.

Sumber: Youtube SKWAD Health

Editor : Aprilia Sahari
#gagal ginjal #gagal ginjal akut pada anak #ginjal