JAGOSATU.COM - Nasi, yang merupakan makanan pokok umum di seluruh dunia, terutama di Asia, sering kali menjadi subjek perdebatan antara nasi dingin dan nasi panas, yang sering kali terkait dengan preferensi pribadi dan budaya.
Beberapa orang berpendapat bahwa nasi dingin memiliki kalori yang berbeda dengan nasi yang panas atau hangat.
Namun, Ahli Gizi Mochammad Rizal SGz Ms, seorang Alumnus S2 Cornell University, berusaha untuk memberikan klarifikasi terhadap perdebatan tersebut.
Menurutnya, definisi kalori adalah unit energi yang diberikan oleh makanan dan tidak dipengaruhi oleh suhu makanan.
Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah jumlah kalori yang terkandung dalam makanan itu sendiri, bukan suhu makanan.
Rizal juga memberikan opsi sumber karbohidrat nasi yang rendah kalori, seperti beras porang, yang merupakan umbi-umbian dengan serat lebih tinggi dan kalori lebih rendah daripada nasi putih biasa. *