JAGOSATU.COM - Kepemilikan hewan peliharaan memang diketahui memiliki dampak positif terhadap kesehatan manusia, namun tidak jarang pula muncul beberapa masalah kesehatan yang terkait.
Bukan hanya terbatas pada aspek fisik, hubungan yang akrab antara pecinta hewan dengan hewan peliharaannya juga dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mental.
Sebuah laporan terkini dari petfoodindustry.com mengungkapkan bahwa peneliti dari Universitas Queensland, Australia, menemukan korelasi antara kepemilikan kucing dan peningkatan risiko mengalami gangguan mental serius, seperti skizofrenia.
Peneliti tersebut menyatakan, "Temuan kami mendukung hubungan antara paparan kucing dan peningkatan risiko gangguan terkait skizofrenia secara luas."
Menurut National Institute of Health, skizofrenia adalah penyakit mental serius yang mencakup berbagai gejala, termasuk delusi, halusinasi, dan perilaku motorik abnormal.
Data yang ditemukan oleh para peneliti menunjukkan bahwa individu yang terpapar kucing memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena skizofrenia dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kontak dekat dengan kucing.
Meskipun demikian, para peneliti menyoroti bahwa temuan mereka masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena sebagian besar penelitian yang mereka temukan memiliki kualitas yang rendah.
Oleh karena itu, para peneliti mendorong adanya peningkatan studi untuk lebih mendalami hubungan antara kepemilikan kucing dan risiko skizofrenia.
Dalam sebuah artikel tahun 1995 yang diterbitkan di Buletin Skizofrenia, disebutkan bahwa skizofrenia mungkin bersifat zoonosis, artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Hipotesis ini menyiratkan bahwa paparan dari gigitan, cakaran, atau jilatan kucing yang terinfeksi dapat menularkan parasit ke manusia.
Namun, hubungan ini juga masih belum dapat dibuktikan secara kuat.
Meskipun belum ada bukti yang meyakinkan, data mencatat bahwa tingkat skizofrenia cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya kepemilikan kucing sebagai hewan peliharaan dalam dua abad terakhir.
Para peneliti juga menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental lebih sering terjadi pada individu yang memelihara kucing sebagai hewan peliharaan di dalam ruangan dibandingkan dengan mereka yang membatasi kucing domestik di luar ruangan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey