JAGOSATU.COM - Batuk adalah respons tubuh untuk mempertahankan diri dari ancaman penyakit. Saat terjadi batuk, tenggorokan biasanya akan mengeluarkan lendir, mikroba, dan partikel asing dari saluran pernapasan, berfungsi melindungi paru-paru dari infeksi dan peradangan.
Namun, perlu diingat bahwa durasi batuk yang berlangsung lama pada orang dewasa seharusnya tidak melebihi delapan minggu.
Pada anak-anak, batuk dianggap kronis jika berlangsung lebih dari dua minggu. Batuk yang berlangsung terlalu lama dapat menjadi indikasi adanya kondisi tertentu.
Menurut laporan dari Healthline, berikut adalah beberapa penyebab batuk yang tak kunjung sembuh yang perlu diwaspadai:
1. Bronkitis
Dilansir dari Healthline, bronkitis adalah jenis infeksi yang menyebabkan saluran udara di paru-paru, yang disebut bronkus, mengalami peradangan.
Kondisi ini menyebabkan batuk parah, sehingga mengeluarkan lendir berwarna, bening, hijau, kuning, atau abu-abu.
Penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip dengan flu biasa, yaitu sakit tenggorokan, pilek, atau sakit kepala. Pemicu terjadinya bronkitis karena paparan asap, bahan kimia, atau polutan.
2. Radang paru-paru
Radang paru-paru atau pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri.
Batuk merupakan gejala umum pneumonia. Ketika batuk bisa mengeluarkan lendir berwarna hijau, kuning, hingga batuk berdarah.
3. Asma
Asma merupakan kondisi kronis yang memengaruhi saluran udara, menyebabkan saluran tersebut menjadi bengkak dan meradang.
Kondisi ini membuat paru-paru lebih rentan terhadap iritasi atau alergen, sehingga menyebabkan batuk.
Batuk yang tak kunjung sembuh mungkin merupakan salah satu gejala asma. Hal ini dikenal dengan asma varian batuk. Biasanya diperlukan obat asma untuk meredakannya.
4. Alergi
Alergi dapat menyebabkan iritasi pada saluran udara sehingga menyebabkan batuk kering kronis. Batuk kronis diiringi dengan bersin, hidung tersumbat, dan kulit gatal.
Batuk yang terus-menerus terjadi bisa terjadi karena kamu terkena alergi. Kondisi ini akan menjadi lebih parah pada lingkungan tertentu.
5. Refluks asam
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) dikenal sebagai refluks asam, terjadi ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mulas, mual, hingga kesulitan menelan.
Kondisi ini akan menyebabkan iritasi berkepanjangan pada bagian tenggorokan, sehingga dapat menimbulkan batuk secara terus menerus.
Bagi sebagian orang, batuk akibat penyakit asam lambung akan disertai dengan gejala khas nyeri ulu hati atau rasa asam di mulut.
6. Merokok
Merokok tembakau dapat menyebabkan batuk terus-menerus. Hal ini karena racun yang dikeluarkan saat merokok bersifat iritasi pada saluran pernapasan.
Racun dapat merusak lapisan paru-paru dan menimbulkan gejala bronkitis, seperti batuk dan lendir berlebihan.
Batuk pada perokok biasanya mengeluarkan lendir dan memburuk pada pagi hari. Kondisi ini akan membaik ketika berhenti merokok.
7. Efek obat-obatan
Batuk kering berkepanjangan bisa jadi efek dari obat yang digunakan, seperti obat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.
Obat-obatan pada kondisi itu disebut dengan penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE). Menurut Good Rx Health, sebanyak 20 persen orang yang memakai obat jenis ACE yang melaporkan batuk berkepanjangan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey