Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Musim Hujan, Waspadai Penyakit Kulit yang Menular

Tina Mamangkey • 2024-01-15 13:59:30
ILUSTRASI: Masalah kulit. (Andrea Piacquadio/Pexels)
ILUSTRASI: Masalah kulit. (Andrea Piacquadio/Pexels)

JAGOSATU.COM - Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV, menguraikan berbagai masalah kulit yang mungkin muncul selama musim hujan, termasuk kurap, panu, dan eksim.

Dilansir dari Antara, Fitria menjelaskan, "Musim hujan identik dengan kelembapan, dengan banjir.

Nah, biasanya, penyakit kulit yang terkait dengan kondisi tersebut, misalnya penyakit yang disebabkan oleh jamur kulit."

Dia memberikan contoh salah satu penyakit kulit yang diakibatkan oleh jamur kulit selama musim hujan, yaitu kandidosis kutis, yang umumnya dialami oleh orang yang memiliki tubuh gemuk.

Kandidosis kutis sering muncul di sela-sela jari kaki dan cenderung membuat kulit di area tersebut menjadi basah atau kemerahan.

Selain itu, kelembapan selama musim hujan juga dapat memicu penyakit jamur lainnya, seperti tinea atau kurap.

Fitria menjelaskan bahwa keadaan lembap memungkinkan tinea, yang bukan merupakan flora normal kulit, untuk tumbuh, terutama jika perlindungan kulit tidak optimal.

Dia menyatakan, "Pada dasarnya, seperti tinea, itu bukan flora normal yang ada di kulit kita.

Jadi, seharusnya tidak ada di kulit kita. Tetapi, ia dapat berkembang jika penghalang kulit kita tidak baik, jika kondisi kulit kita lembap, itu akan berkembang dengan mudah."

Selain itu, panu, yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur, juga merupakan masalah kulit umum selama musim hujan.

Munculnya panu pada beberapa individu bisa dipicu oleh tingginya kelembapan, kurangnya kebersihan, dan seringnya pakaian basah.

"Kondisi tertentu, seperti dermatitis atopik atau eksim, juga dapat muncul pada beberapa orang selama musim hujan," tambahnya.

Fitria menawarkan sejumlah tips untuk menghindari masalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur selama musim hujan, termasuk menjaga kebersihan kulit, baik wajah maupun tubuh, menggunakan pelembab, dan tabir surya.

Dia menegaskan bahwa penggunaan tabir surya tetap penting selama musim hujan karena cahaya tampak pada cuaca mendung atau berawan masih mengandung sinar ultraviolet (UV).

"Cahaya tampak itu memang selain mengandung UV, juga mengandung sinar biru atau blue light, serta sinar inframerah.

Meskipun energinya jauh lebih kecil dari UV, namun tetap ada. Jadi, jangan hanya karena berawan atau gerimis, Anda tidak menggunakan tabir surya, karena tetap ada terang," lanjutnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#dokter spesialis kulit #Kurap #penyakit kulit #eksim #panu #Musim Hujan #UV