JAGOSATU.COM - Telur menjadi salah satu makanan kaya protein dan nutrisi yang tak boleh diabaikan.
Sebagai makanan super, telur dapat memuaskan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang, membantu mengurangi asupan makanan di kemudian hari.
Khususnya bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, mengonsumsi telur untuk sarapan direkomendasikan.
Namun, tidak hanya didadar atau direbus, berikut beberapa resep memasak telur untuk membantu menurunkan berat badan:
-
Capsicum isi telur:
- Bahan: 2 buah paprika, 2 butir telur, 2 genggam bayam, garam, dan merica.
- Metode: Potong paprika, siapkan loyang, masak bayam, masukkan bayam ke dalam paprika, pecahkan telur, bumbui, dan panggang di oven selama 20 menit.
-
Sup telur dan miju-miju:
- Bahan: 1 cangkir lentil merah, kaldu sayuran, 2 telur, bawang bombay, tomat, bawang putih, jahe, bubuk jinten, bubuk ketumbar, bubuk kunyit, bubuk cabai merah, garam, merica, dan peterseli.
- Metode: Tumis bawang bombay, tambahkan bumbu, lentil merah, tuangkan kaldu, masak hingga lentil matang, tambahkan telur rebus, dan hidangkan dengan hiasan peterseli.
-
Salad telur keto:
- Bahan: 3 butir telur rebus, mayones, mustard, seledri, bawang bombay, garam, lada hitam, dan adas segar.
- Metode: Campur telur rebus cincang dengan mayones, mustard, seledri, bawang bombay, bumbui, dan sajikan di atas selada atau roti rendah karbohidrat.
-
Telur dadar bayam dan jamur:
- Bahan: 2 telur utuh, jamur, daun bayam, bawang bombay, garam, merica, dan minyak goreng.
- Metode: Tumis jamur dan bawang bombay, tambahkan bayam, kocok telur, masak, lipat menjadi dua, dan hidangkan dengan salad atau roti.
-
Telur gulung gandum utuh:
- Bahan: 2 telur utuh, tortilla gandum utuh, jamur, zucchini, bawang bombay, tomat, bayam, garam, dan merica.
- Metode: Tumis sayuran, kocok telur, orak-arik di atas sayuran, hangatkan tortilla, masukkan campuran telur dan gulung.
Ingatlah bahwa orang dewasa yang sehat dapat mengonsumsi satu atau dua butir telur setiap hari.
Jumlah ini dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kolesterol dan faktor risiko penyakit jantung.(jpg)
Editor : Deiby Rotinsulu