Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mie Instan dan Nasi, Kombinasi yang Berbahaya bagi Kesehatan

Tina Mamangkey • 2024-01-30 09:41:09
Ilustrasi mie instan. (Freepik/Kamran Aydinov)
Ilustrasi mie instan. (Freepik/Kamran Aydinov)

JAGOSATU.COM - Mie instan, favorit di berbagai kalangan, memiliki daya tarik karena rasanya yang lezat dan kemudahan persiapannya.

Namun, kenyataannya, kepraktisan mie instan seringkali disertai risiko bagi kesehatan.

Tingginya tingkat garam, lemak, dan kalori, bersama dengan penggunaan bahan pengawet, bisa menjadi perhatian serius.

Di Indonesia, kombinasi mie instan dengan nasi sering menjadi pilihan makanan.

Meskipun populer, gabungan ini dianggap tidak sehat dan berisiko menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Ini yang akan terjadi pada tubuh anda, jika terlalu sering mengonsumsi mie instan dibarengi dengan nasi.

1. Kelebihan karbohidrat

Mengonsumsi mie instan dengan nasi secara bersamaan akan membuat perut terasa sangat kenyang.

Meski begitu, rasa kenyang tak akan bertahan lama, sehingga memicu timbulnya rasa lapar yang sangat cepat.

Hal ini dikarenakan adanya kelebihan karbohidrat dalam tubuh sehingga nutrisi lain tidak terpenuhi, seperti kekurangan protein, lemak baik, vitamin, mineral, hingga serat.

Rasa lapar yang cepat muncul sebagai respons tubuh untuk memperoleh sumber nutrisi yang lebih seimbang.

Lebih lanjut, kelebihan karbohidrat juga akan membuat daya tahan tubuh lemah sehingga lebih mudah terserang penyakit.

2. Meningkatkan hormon insulin

Mengonsumsi mie instan dengan nasi secara bersamaan dapat mengakibatkan banyaknya kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Hal ini sangat disayangkan, apabila kalori yang berlebihan hanya berasal dari nasi dan juga mie instan.

Alangkah lebih baik jika kalori yang masuk ke dalam tubuh berasal dari berbagai elemen makanan seperti nasi, sayur-sayuran, lauk pauk, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Kalori yang berasal dari tingginya karbohidrat akan dicerna menjadi gula sehingga hormon insulin akan meningkat.

Hormon insulin berperan dalam menciptakan energi dalam tubuh kita.

Ketika gula dalam tubuh hanya diperoleh dari sumber karbohidrat semata, hormon dalam tubuh akan terbebani dan kesulitan dalam mencerna kadar gula secara optimal, sehingga dapat menimbulkan diabetes.

3. Memicu kerusakan hati

Apabila asupan karbohidrat tinggi, tubuh akan mengubahnya menjadi zat lain untuk keperluan tertentu.

Misalnya, jika kekurangan lemak, karbohidrat akan diubah menjadi lemak.

Proses ini terjadi di hati sebagai bagian dari sistem pencernaan.

Jika lemak yang dihasilkan adalah lemak baik, tidak ada masalah. Namun, jika yang dihasilkan adalah lemak jahat, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.

4. Memicu perut buncit

Konsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan peningkatan lemak di perut.

Hal ini terjadi karena asupan kalori yang tinggi akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.

Karbohidrat juga mudah diubah menjadi lemak, sehingga mempercepat penumpukan lemak dalam tubuh.

5. Meningkatkan tekanan darah

Dalam setiap bungkus mie instan, mengandung kadar garam yang tinggi.

Satu bungkus mie instan dapat memenuhi sekitar 84 persen kebutuhan garam harian tubuh.

Angka ini mencerminkan tingginya kontribusi garam dalam mie instan terhadap asupan garam harian.

Tingginya tingkat konsumsi garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#tubuh #nasi #mie instan