Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gondongan: Fakta Penularan, Gejala, dan Pencegahan yang Perlu Diketahui

Tina Mamangkey • 2024-02-10 08:06:04
ilustrasi gondongan. Sumber foto: Freepik
ilustrasi gondongan. Sumber foto: Freepik

JAGOSATU.COM - Gondongan, sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar ludah parotis, merupakan kondisi yang penting untuk diwaspadai.

Awalnya, gejalanya mungkin ringan seperti sakit kepala, kelelahan, dan demam, tetapi akhirnya berkembang menjadi pembengkakan yang terasa nyata di pipi dan rahang.

Meskipun sering kali menyerang anak-anak, orang dewasa juga tidak terkecuali dari risiko infeksi ini.

Dikutip dari Healthshots, dokter Kiran R Dhake menjelaskan bahwa virus gondongan, yang diinduksi oleh paramyxovirus, sering menjangkiti anak-anak dalam rentang usia 5-9 tahun.

Penularannya mudah terjadi melalui tetesan udara atau melalui permukaan benda.

Virus ini juga diketahui dapat menembus cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak (cairan CSF).

Ketika virus telah masuk ke dalam CSF, maka dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk pankreas, otak, dan testis pada anak laki-laki dan pria, serta ovarium pada anak perempuan dan wanita.

Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan kesadaran akan gejala gondongan menjadi sangat penting dalam mengurangi risiko penyebaran dan dampak yang ditimbulkannya.

Gondongan ditularkan melalui udara dan dapat menyebar melalui kontak langsung orang yang terinfeksi.

Dilansir laman Kemenkes, penyebaran virus dengan mudah terjadi saat:

  1. Menghirup percikan lendir saat penderita batuk, bersin, dan berbicara.
  2. Melakukan kontak langsung dengan penderita misal berciuman.
  3. Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  4. Berbagi alat makan dan minum dengan penderita.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gondongan yaitu:

  1. Belum mendapat vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
  2. Berusia 2-12 tahun.
  3. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah misal menderita HIV/AIDS, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, atau sedang dalam pengobatan kemoterapi.
  4. Tinggal atau bepergian ke daerah yang memiliki banyak kasus gondongan.

Di sisi lain, gejala penyakit gondongan biasanya timbul 12 hingga 24 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Durasi ini dikenal sebagai masa inkubasi.

Gejala penyakit gondongan paling umum ialah pembengkakan pada pipi.

Hal ini terjadi akibat pembengkakan kelenjar penghasil air liur atau kelenjar parotis terletak di kedua sisi wajah, tepat di bawah telinga. Pembengkakan menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan.

Adapun gejala umum sebelum kelenjar pipi membengkak seperti demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot atau sendi, mulut kering, hilangnya nafsu makan.

Protokol pengobatan difokuskan pada pengurangan gejala. Mayoritas orang yang terinfeksi menetap dalam beberapa minggu. Langkah-langkah berikut dapat membantu:

  1. Istirahat di tempat tidur
  2. Obat pereda nyeri yang dijual bebas
  3. Perbanyak asupan cairan
  4. Penggunaan pembalut hangat atau dingin untuk menekan kelenjar yang bengkak
  5. Makan makanan yang mudah dikunyah
  6. Hindari makanan pedas dan berminyak
  7. Berkumur dengan air garam

Kemudian para ahli menjabarkan beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk terhindar dari penyakit gondongan meliputi:

  1. Kenakan masker atau tutup mulut dengan benar saat batuk atau bersin
  2. Lakukan kebersihan tangan secara teratur
  3. Isolasi dengan menjauh dari tempat kerja/sekolah/perguruan tinggi hingga 5 hari setelah gejala pertama muncul
  4. Vaksinasi MMR. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey
#penyakit menular #pengobatan #gondongan #risiko #Virus #faktor