JAGOSATU.COM - Dokter spesialis penyakit dalam menyarankan agar pasien diabetes yang berencana berpuasa untuk ibadah melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Menurut dr Martha Rosana, SpPD dari Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pasien diabetes berisiko mengalami komplikasi saat ada perubahan dalam asupan makanan dan cairan mereka.
Martha menjelaskan bahwa pasien diabetes berpotensi mengalami hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), dehidrasi, dan ketoasidosis diabetikum (komplikasi akut) selama berpuasa.
"Individu dengan diabetes memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi akibat perubahan dalam asupan makanan dan cairan," ujar Martha dalam seminar daring yang dikutip JawaPos.Com dari Antara, Selasa (27/2).
Konsultasi dengan dokter penting agar pasien diabetes memperoleh informasi mengenai evaluasi penggunaan obat-obatan, pemantauan kondisi kesehatan, dan penilaian risiko komplikasi.
Pasien dengan risiko komplikasi rendah dapat berpuasa dengan pengawasan dokter, sementara pasien dengan risiko komplikasi menengah diperbolehkan berpuasa dengan kondisi tertentu.
Namun, pasien dengan risiko komplikasi tinggi dan sangat tinggi disarankan untuk tidak berpuasa sama sekali.
"Biasanya, jika risikonya sangat tinggi, disarankan untuk tidak berpuasa atau melakukan puasa intermiten. Terutama bagi yang kondisi diabetesnya belum terkontrol," jelas Martha.
Menurut Martha, pasien dengan risiko rendah dan menengah dapat berpuasa dengan pengawasan dokter yang akan mengevaluasi penggunaan obat-obatan, memantau kadar gula darah, dan membantu perencanaan pola makan yang sesuai.
Martha juga menyarankan pasien diabetes untuk mengonsumsi makanan seimbang, kaya serat seperti buah dan sayuran, serta menghindari makanan dengan kadar gula tinggi dan minuman berkafein.
Dokter gizi di fasilitas kesehatan dapat memberikan saran dan nasihat lebih lanjut tentang makanan dan minuman yang diperbolehkan bagi pasien diabetes.
"Jika tersedia dokter gizi di fasilitas kesehatan, akan diberikan saran atau nasihat mengenai makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi," kata Martha. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey