JAGOSATU.COM - "Leukoplakia adalah bercak putih atau abu-abu di dalam mulut. Bercak ini timbul sebagai reaksi mulut terhadap iritasi dalam jangka panjang, misalnya akibat kebiasaan merokok, atau bisa juga sebagai tanda awal kanker mulut."
Leukoplakia terbagi dalam dua jenis, yaitu leukoplakia biasa dan leukoplakia berambut. Leukoplakia biasa diketahui berkaitan dengan kanker mulut, sedangkan leukoplakia berambut terkait dengan infeksi virus Epstein-Barr atau HIV/AIDS.
Penyebab dan Faktor Risiko Leuklopakia
Penyebab pasti leukoplakia belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga muncul karena iritasi dan peradangan yang berkepanjangan.
Beberapa faktor berikut ini diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukoplakia:
-
Kebiasaan Merokok atau Mengunyah Tembakau: Merokok dan mengunyah tembakau dapat menyebabkan iritasi pada mulut, meningkatkan risiko leukoplakia.
-
Kondisi Gigi dan Mulut: Bagian gigi yang tidak rata atau gigi palsu yang tidak terpasang dengan pas juga dapat menjadi faktor risiko.
-
Konsumsi Minuman Beralkohol: Konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi pada mulut.
-
Virus Epstein-Barr dan HIV/AIDS: Leukoplakia berambut terkait dengan infeksi virus Epstein-Barr atau HIV/AIDS.
Gejala Leukoplakia
Leukoplakia ditandai dengan timbulnya bercak di dalam mulut. Bercak ini dapat berkembang perlahan dalam beberapa minggu atau bulan.
Ciri bercak pada leukoplakia antara lain:
- Berwarna putih atau putih keabuan
- Bertekstur tidak rata atau halus
- Tebal dan keras bila diraba
- Tidak hilang dengan sikat gigi atau kumur
- Sensitif terhadap panas, makanan pedas, atau sentuhan
Kapan harus ke Dokter
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul gejala berikut:
- Bercak putih atau luka di mulut yang tidak hilang setelah 2 minggu
- Sulit membuka rahang
- Benjolan atau bercak putih, merah, atau berwarna gelap di mulut
- Nyeri di telinga saat menelan
- Sariawan yang tidak sembuh-sembuh atau perubahan pada tekstur dan warna rongga mulut
Diagnosis dan Pengobatan Leukoplakia
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien serta melakukan pemeriksaan pada bagian dalam mulut pasien.
Jika bercak putih tidak hilang dengan cara digosok, dapat diduga bahwa bercak tersebut adalah leukoplakia.
Metode pengobatan leukoplakia tergantung pada penyebabnya. Misalnya, leukoplakia akibat gesekan gigi yang tajam dapat diobati dengan memperbaiki gigi tajam tersebut di dokter gigi.
Komplikasi dan Pencegahan Leukoplakia
Leukoplakia dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut. Pencegahan leukoplakia dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti menghentikan kebiasaan merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.(***)
Editor : Deiby Rotinsulu