Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengungkap Mitos dan Fakta, Pengaruh Dot Bayi pada Kesehatan Gigi, Termasuk Kemungkinan Gigi Rusak dan Tidak Beraturan

Deiby Rotinsulu • 2024-03-26 10:02:47
Ilustrasi bayi dan dot. (Sumber: freepik/Racool_studi).
Ilustrasi bayi dan dot. (Sumber: freepik/Racool_studi).

JAGOSATU.COM - Hingga saat ini, pemanfaatan empeng bayi masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan para orangtua.

Perspektif tentang masalah ini telah terbagi antara yang memperbolehkannya dan yang menentangnya, bahkan ada yang memberikan komentar terhadap penggunaan empeng oleh orang tua lainnya.

Namun, apakah penggunaan empeng benar-benar diperlukan untuk pertumbuhan bayi? Berikut adalah penjelasannya secara komprehensif.

Apakah Empeng Penting bagi Bayi?

Seperti dilansir dari hellosehat.com, biasanya, bayi memiliki naluri mengisap yang kuat yang tidak hanya membantu dalam asupan nutrisi tetapi juga memiliki efek menenangkan.

Oleh karena itu, beberapa orang tua memilih untuk menggunakan empeng bayi sebagai salah satu perlengkapan bagi bayi mereka yang baru lahir.

Empeng, juga dikenal sebagai pacifier, merupakan dot bayi tanpa isi susu atau cairan lainnya. Fungsinya adalah memberikan sesuatu yang dapat dihisap oleh bayi di mulutnya.

Menurut American Family Physician, penggunaan empeng pada bayi usia satu bulan ke atas dapat mengurangi risiko kematian mendadak.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan karakteristiknya sendiri.

Sebagai orang tua, Anda akan lebih memahami apa yang terbaik untuk anak Anda. Dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat menentukan kapan empeng perlu digunakan oleh anak Anda.

Apakah Empeng Berpotensi Merusak Gigi Anak?

Sebenarnya, bukanlah dot atau empeng yang secara langsung menyebabkan kerusakan pada gigi bayi, melainkan lamanya penggunaan keduanya.

Terutama ketika dot atau empeng dibiarkan dalam mulut bayi untuk waktu yang lama, terutama saat pertumbuhan gigi.

Misalnya, jika dot atau empeng dibiarkan terlalu lama saat anak mengalami pertumbuhan gigi, bisa menyebabkan gigi maju atau bertumbuh tidak lurus. Penggunaan dot atau empeng dalam waktu lama juga dapat merusak jaringan gusi.

Sebagai contoh, memberikan susu formula dalam botol dot sebelum tidur dan membiarkan dot dalam mulut anak semalaman dapat menyebabkan masalah.
Hal ini sebanding dengan melapisi gigi anak dalam cairan susu yang tinggi gula.

Mulut adalah tempat di mana banyak kuman berkembang. Kombinasi gula dan kuman dalam waktu lama dapat menyebabkan asam yang merusak gigi anak.

Oleh karena itu, disarankan agar orang tua melepas dot setelah bayi selesai minum susu, dan hindari membiarkan anak tidur dengan dot atau empeng di mulutnya.

Apakah Ada Risiko Penggunaan Empeng Bayi?

Dilansir dari halodoc.com, selain berpotensi menyebabkan kerusakan pada gigi dan jaringan gigi, penggunaan empeng atau dot juga membawa risiko lain bagi bayi, seperti:

  1. Membentuk Ketergantungan
  2. Meningkatkan Kemungkinan Infeksi Telinga

Kebiasaan menggunakan empeng atau dot secara terus-menerus, terutama saat tidur, dapat memunculkan ketergantungan pada anak. Anak bisa terbiasa mengandalkan dot untuk merasa nyaman dan tenang.

Selain merusak gigi, penggunaan dot atau empeng juga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga pada anak.

Ini karena tekanan di dalam telinga bisa berubah ketika anak mengisap atau menelan, menyebabkan penumpukan cairan yang memicu infeksi.

Biasanya, kebiasaan menggunakan empeng atau dot akan berhenti secara alami antara usia 2 hingga 4 tahun.

Namun, jika anak masih enggan melepaskan dot setelah usia tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak di rumah sakit terdekat.(jpg)

Editor : Deiby Rotinsulu
#BABY #perdebatan #manfaat #gigi #empeng