Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Alarm WHO: Waspadai Penyebaran Bakteri "Hypervirulent" yang Mematikan!

ALengkong • 2024-08-09 18:48:15
Photo
Photo

Jagosatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan mengenai strain baru bakteri super yang disebut “hypervirulent” Klebsiella pneumoniae (hvKp). Bakteri ini telah terdeteksi di 16 negara dan dianggap sangat berbahaya karena resisten terhadap obat dan mampu menyebabkan infeksi yang mematikan, bahkan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Klebsiella pneumoniae, pada umumnya, ditemukan di lingkungan seperti tanah dan air, serta dapat hidup di tenggorokan atas dan saluran pencernaan manusia dan hewan lainnya. Varian lama dari bakteri ini sudah dikenal sebagai ancaman dalam perawatan kesehatan, sering menyebabkan infeksi pada individu dengan sistem imun yang lemah, terutama melalui kontaminasi peralatan medis.

Gejala yang ditimbulkan oleh K. pneumoniae meliputi pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, dan meningitis. Awalnya, bakteri ini resisten terhadap antibiotik seperti ampisilin, dan belakangan ini telah mengembangkan resistensi terhadap berbagai obat lainnya.

Namun, varian baru yang disebut “hypervirulent” menunjukkan ancaman yang lebih luas karena mampu menyebabkan infeksi parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal. Laporan dari CIDRAP News, yang diterbitkan oleh University of Minnesota, mengungkapkan bahwa infeksi hvKp dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius dengan tingkat kematian yang tinggi.

Galur hvKp pertama kali teridentifikasi di Asia pada 1980-an, dan meskipun masih rentan terhadap beberapa antibiotik, kini telah menyebar secara global dan menunjukkan mutasi yang membuatnya resisten terhadap berbagai jenis antibiotik. Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa galur kini menunjukkan resistensi terhadap carbapenems, sebuah kelas antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang sulit diobati.

Dr. Amesh Adalia, peneliti senior di Johns Hopkins University Center for Health Security, menjelaskan bahwa kombinasi resistensi terhadap carbapenems dan hypervirulence pada strain K. pneumoniae tertentu bisa menyebabkan peningkatan kematian akibat bakteri ini.

Meskipun prevalensi infeksi hvKp di tingkat global mungkin masih kurang diperhatikan, WHO mengingatkan agar negara-negara memperketat pengawasan dan penelitian terkait infeksi ini. Langkah ini penting untuk memantau penyebaran bakteri super ini di masyarakat dan untuk memastikan pengobatan yang tepat bagi pasien.

Negara-negara yang telah mendeteksi hvKp meliputi Aljazair, Argentina, Australia, Kanada, Kamboja, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Oman, Papua Nugini, Filipina, Swiss, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat. Hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus hvKp. WHO juga memperingatkan bahwa dengan munculnya resistensi antibiotik dan hypervirulence, risiko penyebaran strain ini di komunitas dan rumah sakit diperkirakan akan meningkat.

Dengan ancaman hypervirulent Klebsiella pneumoniae yang kian meluas, penting bagi kita semua untuk lebih waspada dan mendukung upaya pengawasan serta pencegahan penyebaran infeksi ini. Tetaplah mengikuti perkembangan informasi kesehatan dari sumber terpercaya, dan selalu patuhi protokol medis yang dianjurkan. Bersama-sama, kita bisa mencegah penyebaran bakteri super ini dan melindungi kesehatan masyarakat secara luas.

(Alexandra Tompunu)

Editor : ALengkong
#WASPADA #Kesehatan #WHO 2024 #penyakit #Virus #kesehatan global #bakteri