Apa Itu Cacar Monyet?
Cacar monyet adalah penyakit virus yang dapat menyebar melalui kontak dekat, seperti hubungan seksual atau kontak langsung dengan lesi. Gejala umumnya mirip flu, disertai dengan ruam kulit. Meskipun biasanya tidak mematikan, dalam kasus yang jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal.
Mengapa WHO Mengeluarkan Pernyataan Ini?
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa peningkatan kasus cacar monyet di Afrika, terutama di Kongo, yang meluas ke negara-negara tetangga seperti Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda, telah memicu keputusan ini. Penelitian akan dipercepat dan kerja sama internasional diperlukan untuk mengatasi wabah ini.
Menurut laporan, pada tahun 2024, Afrika telah mencatat lebih dari 14 ribu kasus dan 524 kematian akibat cacar monyet. Jenis baru virus yang ditemukan di Kongo lebih mudah menyebar dan menyebabkan gejala yang lebih ringan pada alat kelamin, membuatnya sulit dikenali.
Dampak Wabah
Cacar monyet kini juga terdeteksi di negara-negara Afrika Timur, dan baru-baru ini bahkan di Swedia. WHO mengingatkan bahwa meskipun risiko terhadap masyarakat umum masih dianggap "sangat rendah," kewaspadaan tetap diperlukan.
Di Kongo, cacar monyet terutama mempengaruhi anak-anak di bawah usia 15 tahun, yang menyumbang lebih dari 70 persen kasus dan 85 persen kematian. Situasi ini diperparah oleh kondisi campak, kolera, dan kekurangan gizi di kamp-kamp pengungsi.
Langkah-Langkah yang Diperlukan
WHO mendorong semua negara untuk meningkatkan upaya pengawasan, deteksi dini, dan pengobatan. Kewaspadaan dan tindakan cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit ini.
Dengan penetapan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, diharapkan komunitas internasional dapat bersatu dalam upaya mengatasi wabah ini dan melindungi kesehatan masyarakat secara lebih efektif.
(ShellyneSalainti)