JAGOSATU.COM - Denyut nadi adalah indikator penting untuk memantau kesehatan jantung. Ini mengukur berapa kali pembuluh darah arteri mengembang dan berkontraksi dalam satu menit sebagai respons terhadap detak jantung.
Umumnya, denyut nadi yang normal berkisar antara 60–100 kali per menit pada orang dewasa yang sedang beristirahat.
Penyebab Denyut Nadi Cepat dan Lambat
Denyut nadi cepat dapat disebabkan oleh aktivitas fisik, anemia, konsumsi obat-obatan, kebiasaan merokok, obesitas, dan faktor psikologis seperti stres.
Sementara denyut nadi lambat bisa disebabkan oleh penyakit jantung, obat-obatan untuk jantung, kebugaran yang baik, atau gangguan tiroid (hipotiroidisme).
Faktor yang Mempengaruhi Denyut Nadi
1. Usia
Anak-anak memiliki denyut nadi lebih cepat, sedangkan lansia lebih lambat.
2. Suhu Udara
Cuaca panas meningkatkan denyut nadi karena tubuh memompa lebih banyak darah untuk mengatur suhu.
3. Posisi Tubuh
Berpindah dari posisi duduk ke berdiri dapat meningkatkan denyut nadi dalam beberapa detik.
4. Emosi
Stres dan kecemasan memicu peningkatan denyut nadi.
Ukuran Tubuh: Penderita obesitas memiliki denyut nadi lebih cepat karena jantung bekerja lebih keras.
5. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat memperlambat atau mempercepat denyut nadi.
Cara Menghitung Denyut Nadi Normal
Untuk memeriksa apakah denyut nadi Anda normal, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:
1. Tempatkan Jari pada Titik Denyut: Gunakan ujung jari telunjuk dan jari tengah untuk meraba denyut nadi di pergelangan tangan (bagian dalam), leher, atau lipatan paha.
2. Hitung Denyut Nadi: Hitung denyut nadi selama 15 detik, kemudian kalikan hasilnya dengan 4 untuk mendapatkan jumlah denyut nadi per menit.
Contoh: Jika Anda menghitung 20 denyut dalam 15 detik, maka kalikan 20 dengan 4, sehingga denyut nadi Anda adalah 80 kali per menit.
---
Jika Anda mengalami denyut nadi yang sangat cepat atau sangat lambat, disertai dengan gejala seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, sakit kepala, atau kehilangan kesadaran, segeralah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini dapat membantu mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius.
Sumber: Alodokter
Editor : Tina Mamangkey