Jagosatu.com - Rasa nyeri di sekitar pinggang sering kali langsung dikaitkan dengan posisi tidur yang kurang pas atau kelelahan otot setelah beraktivitas fisik. Padahal, tidak semua nyeri di area tersebut berasal dari otot. Ada kemungkinan rasa sakit itu justru berasal dari organ yang letaknya lebih dalam di dalam tubuh, yakni ginjal.
Karena posisi ginjal berada tepat di kedua sisi tulang belakang, banyak orang kesulitan membedakan apakah nyeri yang dirasakan murni gangguan otot punggung atau tanda adanya masalah pada ginjal. Menurut penjelasan medis, perbedaan keduanya dapat dikenali dari tiga hal utama, yaitu titik lokasi nyeri, jenis sensasi yang dirasakan, dan gejala-gejala lain yang menyertainya.
Sabitha Rajan, M.D., MSc, seorang spesialis perawatan paliatif sekaligus editor pelaksana di MCG Health, menjelaskan bahwa bagian tengah ginjal sebenarnya tidak memiliki jaringan saraf. Karena itu, ketika muncul rasa nyeri di area tersebut, biasanya menandakan adanya peregangan pada ginjal yang sampai menekan saraf di sekitar punggung, sebuah kondisi yang umumnya tergolong cukup serius, seperti dikutip dari Prevention.
Dari sisi lokasi, nyeri punggung biasa umumnya dapat muncul di sepanjang tulang belakang, tetapi paling sering dirasakan di area punggung bawah karena bagian ini menahan beban tubuh paling besar. Bila ada saraf yang tertekan atau mengalami kerusakan, nyeri bahkan bisa menjalar hingga ke bokong, tungkai, sampai telapak kaki. Berbeda halnya dengan nyeri ginjal yang muncul di sekitar panggul atau punggung tengah pada kedua sisi tulang belakang. "Jika Anda meletakkan tangan secara alami di pinggang Anda, letak ginjal tepat berada di sana," ujar Dr. Rajan.
Sementara dari sisi karakteristik, nyeri otot punggung cenderung berubah-ubah tergantung posisi atau gerakan tubuh, bisa terasa seperti nyeri tumpul maupun sensasi terbakar yang tajam. Misalnya, terasa lebih sakit saat membungkuk namun mereda ketika berdiri tegak, dan titik nyerinya pun biasanya bisa dirasakan jelas saat ditekan langsung. Kondisi ini berbeda dengan nyeri ginjal yang cenderung terasa konsisten dan tidak berkurang meskipun posisi tubuh diubah-ubah.
Meski begitu, nyeri akibat gangguan ginjal tidak selalu bisa dideteksi hanya lewat sentuhan atau pemeriksaan fisik mandiri. Yang lebih penting diperhatikan justru konsistensi rasa sakitnya. Seperti dijelaskan Santiago, nyeri ginjal memang bisa bervariasi dari ringan hingga berat seperti halnya nyeri otot, namun sifatnya cenderung tetap dan tidak dipengaruhi oleh perubahan posisi tubuh.
Selain nyeri, ada sejumlah gejala lain yang juga perlu diwaspadai sebagai tanda gangguan ginjal, di antaranya urine yang tampak berdarah, berwarna gelap, atau keruh; bau urine yang tidak biasa; rasa nyeri saat buang air kecil; frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis; adanya butiran seperti kerikil kecil di dalam urine; demam disertai menggigil; hingga rasa mual.
Editor : ALengkong