JAGOSATU.COM – Belakangan ini, sebuah video di platform TikTok sedang viral dengan klaim bahwa minum langsung setelah makan bisa berpotensi menyebabkan gangguan dalam proses pencernaan. Apakah benar demikian?
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa minum segera setelah makan dapat memiliki efek negatif pada pencernaan.
Konsepnya adalah bahwa makanan tidak akan dicerna secara efisien, karena glukosa dalam makanan akan diubah menjadi lemak dan merangsang produksi insulin.
Selain dampak tersebut, mengonsumsi minuman setelah makan juga disebut dapat memicu produksi asam lambung berlebihan, menyebabkan gangguan pada penyerapan nutrisi dari makanan.
Mengingat informasi ini, disarankan untuk memberi jeda selama 30 menit hingga satu jam sebelum minum setelah makan.
Hal ini telah menciptakan beragam pertanyaan dan kontroversi seiring dengan tersebarnya video tersebut.
Mengacu pada laman Healthline, jika minum setelah makan mempengaruhi proses pencernaan, artinya klaim ini mengimplikasikan bahwa setiap sistem pencernaan individu tidak mampu menyesuaikan sekresi enzimnya dengan jenis makanan yang dikonsumsi.
Namun, klaim ini belum memiliki dasar ilmiah yang kuat, karena tidak ada penelitian yang mendukung pandangan tersebut.
Sementara itu, menurut Michael Picco, seorang asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran serta seorang Konsultan Gastroenterologi di Mayo Clinic, Florida, tidak ada alasan untuk khawatir akan dampak minum setelah makan terhadap pencernaan.
"Dalam kesehatan, air memegang peranan yang penting. Air dan minuman membantu mencerna makanan agar nutrisi dapat diserap oleh tubuh. Air juga membantu melunakkan tinja dan mencegah sembelit," kata Dr. Picco, seperti yang dikutip dari Mayo Clinic pada Selasa (22/8).
Dr. Picco melanjutkan dengan mengungkapkan bahwa sebenarnya minum air selama atau setelah makan dapat membantu tubuh memecah makanan dan memfasilitasi proses pencernaan secara keseluruhan.(jpg)