Drummer legendaris Black Sabbath, Bill Ward, mengungkapkan bahwa dirinya kini menggunakan kursi roda dalam sebagian besar kegiatan publiknya, kabar yang ia sampaikan lewat unggahan Instagram berjudul "Something New To Let You Know About" pada Kamis (9/7). Meski demikian, Ward menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk tetap bermain drum dengan baik di usia 78 tahun.
Dalam unggahannya, Ward menyapa para sahabat, penggemar, keluarga, dan orang-orang yang belum pernah ia temui dengan nada yang jujur meski diselimuti kesedihan. "I'm announcing today somewhat sadly but nonetheless truthfully, that I've reached a place where publicly more and more I need to use a wheelchair, mostly in airports, or public events," tulis Ward dalam unggahan tersebut.
Masih Bisa Berjalan, Namun Perlu Istirahat
Ward menegaskan bahwa dirinya masih bisa berjalan tanpa kursi roda, meski jarak yang dapat ditempuhnya kini menjadi terbatas. "I can still walk, let there be no doubt, but I can't walk very far without needing to rest, meaning I need to sit down," lanjut Ward dalam pernyataannya, menjelaskan kondisi fisik terkininya secara terbuka kepada para penggemar.
Musisi tersebut menjelaskan bahwa ia mulai menggunakan kursi roda secara sesekali sejak sekitar 18 bulan lalu, terutama saat berada di bandara. Namun, ketergantungannya terhadap kursi roda tersebut meningkat sejak ia merayakan ulang tahun ke-78 pada Mei lalu, menandai pergeseran signifikan dalam mobilitas hariannya dalam setahun terakhir.
Tetap Aktif Bermain Drum di Usia Senja
Meski kondisi fisiknya berubah, Ward menegaskan bahwa semangat bermusiknya tidak surut. "I was a long distance walker, I've walked in many different parts of the world, and I'm still a drummer," kata Ward, menambahkan bahwa dirinya masih mampu bermain drum dengan cukup baik untuk ukuran usianya yang sudah menginjak 78 tahun.
Ward turut menegaskan bahwa bakat, ambisi, dan kebutuhannya untuk tetap berkarya seni serta bermain drum masih sekuat dahulu. "My talents and ambitions, and my unyielding need to be artful, and to play drums, is still as strong as it was so many years ago now," tulisnya, menekankan bahwa penggunaan kursi roda bukan tanda pensiun maupun menyerah dari dunia musik.
Ia secara khusus meminta para penggemar untuk tidak salah menafsirkan kondisinya jika melihatnya menggunakan kursi roda di kemudian hari. "I'm just saying if you see me in a wheelchair, I'm just catching a ride, I'm not in retirement or ill or giving up, or any of those thoughts that ignite when we see people in wheelchairs," ungkap Ward, menegaskan bahwa kursi roda hanya alat bantu mobilitas semata baginya.
Alasan di Balik Keterbukaan Ward
Ward menutup pesannya dengan janji untuk terus bermusik hingga akhir hayatnya, seraya menjelaskan alasan di balik keputusannya membuka informasi tersebut kepada publik. Ia menyebut bahwa merahasiakan kondisi kesehatan dapat berbahaya, sehingga ia memilih untuk mengedepankan transparansi disertai cinta dan semangat untuk terus berkembang.
Bersama unggahan tersebut, Ward turut membagikan sebuah foto dirinya duduk di kursi roda sambil tersenyum ke arah kamera, menunjukkan sikap positif dalam menghadapi perubahan kondisi fisiknya tersebut kepada para pengikutnya di media sosial.
Momen Penting Setahun Setelah Konser Perpisahan Ozzy Osbourne
Kabar ini muncul sekitar setahun setelah Ward kembali bersatu dengan Black Sabbath untuk tampil dalam konser perpisahan vokalis Ozzy Osbourne di Birmingham, Inggris. Hanya dua pekan setelah konser tersebut, Osbourne meninggal dunia pada usia 76 tahun akibat gagal jantung dan penyakit arteri koroner, setelah sebelumnya juga berjuang melawan penyakit Parkinson.
Ward sempat menyampaikan penghormatan mendalam bagi Osbourne lewat unggahan Instagram terpisah pasca kematian sang vokalis, menuliskan bahwa kenangan bersama Osbourne akan selalu tersimpan di hatinya meski sang sahabat telah tiada. Ia turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Sharon Osbourne beserta keluarga, serta ucapan terima kasih kepada seluruh penggemar Black Sabbath.
Jejak Karier Ward Bersama Black Sabbath
Ward merupakan salah satu pendiri Black Sabbath pada akhir era 1960-an, berkontribusi dalam sejumlah album yang berhasil masuk tangga lagu Billboard 200, termasuk Master of Reality yang dirilis pada 1971 dan Sabbath Bloody Sabbath pada 1974. Ia meninggalkan formasi utama band tersebut pada awal era 1980-an, meski tetap sesekali tampil bersama Black Sabbath hingga konser perpisahan Osbourne digelar.
Keterbukaan Ward mengenai kondisi kesehatannya kali ini menjadi salah satu contoh bagaimana musisi rock legendaris tetap mempertahankan koneksi personal dengan para penggemarnya, sekaligus menunjukkan bahwa semangat bermusik tidak selalu harus terhenti seiring bertambahnya usia maupun perubahan kondisi fisik seseorang.
Editor : ALengkong