Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Soroti Pentingnya Mengembalikan Hak Masa Kecil

ALengkong • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi sekelompok anak-anak tersenyum ceria dan tertawa riang bersama di sebuah lingkungan perumahan terbuka.
Ilustrasi sekelompok anak-anak tersenyum ceria dan tertawa riang bersama di sebuah lingkungan perumahan terbuka.

JagoSatu.com - Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali pemenuhan hak anak secara utuh, sebagaimana diatur dalam Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Convention on the Rights of the Child). Hak-hak tersebut mencakup aspek kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan, serta partisipasi setiap anak.

Perubahan sosial dan ritme kehidupan keluarga modern yang semakin cepat berdampak pada terbatasnya waktu kebersamaan di dalam keluarga. Peningkatan mobilitas serta kesibukan orang tua yang bekerja kerap mengurangi kualitas interaksi yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak.

Anggota ECED Council Indonesia dan BAN-PDM, Gutama, menyatakan bahwa anak-anak masa kini mungkin memiliki fasilitas yang lebih memadai, tetapi belum tentu mendapatkan waktu yang cukup bersama orang-orang terdekat dalam hidup mereka. Tantangan utama dalam pola pengasuhan modern bukan lagi sekadar keterbatasan materi, melainkan menurunnya kualitas relasi antara anak dan orang dewasa.

Komunikasi sehari-hari sering kali berlangsung singkat dan terburu-buru. Momen sederhana seperti makan bersama pun semakin jarang terjadi. Padahal, anak membutuhkan kehadiran emosional dari orang dewasa yang mampu mendengarkan, merespons, dan memberikan rasa aman. Kehadiran yang konsisten ini sangat penting dalam membantu anak membangun kepercayaan diri serta kemampuan mengelola emosi.

Menghadapi tantangan tersebut, pengasuhan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada orang tua saja. Indonesia perlu membangun ekosistem pengasuhan bersama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, layanan kesehatan, komunitas, hingga penyedia ruang publik. Selain itu, kebijakan di lingkungan kerja orang tua juga berperan strategis dalam mendukung kualitas masa kecil anak secara menyeluruh.

Hak anak tidak hanya terbatas pada pendidikan formal dan kesehatan fisik. Anak juga berhak menikmati masa kecil yang berkualitas, termasuk melalui kesempatan bermain yang memadai. Aktivitas bermain merupakan sarana alami bagi anak untuk belajar bekerja sama, menyelesaikan konflik, serta mengembangkan kreativitas.

Melalui interaksi yang hangat dan responsif dari orang dewasa, anak juga dapat belajar memahami perasaan orang lain. Oleh karena itu, pemenuhan hak anak secara utuh membutuhkan kolaborasi dan kesadaran bersama agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Editor : ALengkong
hak anak tumbuh kembang pengasuhan anak hari anak nasional