Ahli Psikologi Ungkap Bahwa Gen Z yang Memiliki Second Account Punya Gejala Depresi Tinggi!

Toar Rotulung • Dipublikasikan Jumat, 11 Oktober 2024 | 13:03 WIB
Photo
Photo

jagosatu.com - Fenomena "second account" di kalangan Gen Z semakin berkembang, terutama di media sosial.

Second account biasanya digunakan untuk menunjukkan sisi asli seseorang yang tidak selalu terlihat di akun utama.

Akun kedua ini sering kali dipakai untuk berbagi hal-hal yang lebih pribadi dan tidak terlalu formal.

Penggunaan second account tidak sekadar tren, tapi bisa juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental seperti depresi.

Beberapa ahli, seperti Dian R. Sawitri, seorang guru besar psikologi, menyebutkan bahwa media sosial menciptakan tekanan untuk menampilkan kehidupan yang sempurna.

Generasi Z sering merasa harus menyembunyikan sisi asli mereka di akun utama dan menampilkan versi diri yang ideal di sana.

Akibatnya, mereka menggunakan second account untuk lebih bebas berekspresi tanpa takut dinilai oleh orang lain.

Namun, perilaku ini juga bisa menjadi tanda adanya perasaan tidak aman atau kurangnya rasa percaya diri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memisahkan kehidupan online menjadi dua persona dapat menandakan masalah yang lebih serius, seperti depresi.

Tekanan untuk selalu terlihat sempurna di media sosial dapat memicu rasa cemas dan rendah diri, terutama di kalangan Gen Z.

Media sosial sering kali menampilkan hanya sisi terbaik dari kehidupan orang lain, sehingga muncul perbandingan sosial yang tidak sehat.

Ketika seseorang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, risiko mengalami depresi dan kecemasan pun meningkat.

Untuk menjaga kesehatan mental, para ahli menyarankan agar Gen Z menggunakan media sosial dengan bijak dan tetap menjaga keseimbangan dengan kehidupan nyata.

Mereka perlu mencari dukungan dari orang-orang di sekitar mereka dan tidak hanya bergantung pada validasi yang diberikan melalui likes atau komentar di media sosial.

Fenomena second account ini menunjukkan tekanan yang dialami oleh generasi digital untuk selalu tampil sempurna di dunia maya.

Meskipun second account bisa menjadi pelarian dari tekanan tersebut, penting bagi Gen Z untuk menyadari bahwa nilai diri mereka tidak diukur dari apa yang mereka tunjukkan di media sosial.

Dengan kesadaran akan kesehatan mental yang semakin meningkat, penting bagi Gen Z untuk lebih fokus pada kesehatan emosional dan kehidupan nyata daripada sekadar penampilan online.

putri author
putri author
Editor : Toar Rotulung
Sumber : Indozone Health, Kompasiana
Fenomena second account Media sosial Gen Z Depresi media sosial Second account Gen Z Akun kedua Gen Z Kepribadian asli Gen Z Kesehatan mental Gen Z Tekanan sosial digital