Jagosatu.com
Mahasiswa zaman sekarang dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.
Salah satu teknologi yang sedang berkembang pesat adalah kecerdasan buatan atau biasa disebut Artificial Intelligence (AI).
AI adalah kemampuan komputer untuk berpikir dan belajar seperti manusia melalui data yang diberikan.
Menurut Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mahasiswa wajib mengerti cara kerja AI agar tidak tertinggal.
Ia menyebut, jika mahasiswa tidak dibekali pemahaman AI, hal itu bisa sangat berbahaya bagi masa depan mereka.
Dilansir dari Liputan6, BINUS sudah mengajarkan dasar-dasar AI sejak tahun 1990-an.
Namun pada masa itu, penerapan AI masih terbatas karena belum ada data besar atau big data.
Seiring perkembangan teknologi, ketersediaan data sekarang sangat melimpah, sehingga AI semakin pintar dan bermanfaat.
AI mampu membaca pola, membuat prediksi, bahkan membantu menyelesaikan masalah kompleks dalam waktu singkat.
Menurut detikEdu, BINUS ingin memastikan lulusannya tidak hanya pengguna teknologi, tapi juga paham cara kerjanya.
Dengan begitu, mahasiswa bisa memanfaatkan AI dengan bijak dan tidak terjebak dampak negatifnya.
Dr. Nelly juga menegaskan bahwa mahasiswa harus tahu batasan etika dalam memakai AI.
Jika tidak, AI justru bisa menjadi ancaman, seperti penyalahgunaan data atau plagiarisme.
BINUS membangun ekosistem pembelajaran yang melibatkan mahasiswa, dosen, hingga para alumni yang berjumlah lebih dari 167 ribu orang.
Saat ini, lebih dari 50 ribu mahasiswa aktif di BINUS yang sedang belajar tentang teknologi, termasuk AI.
Fakta menariknya, 83 persen lulusan BINUS tahun ini langsung mendapat pekerjaan setelah lulus.
Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman AI membuka peluang besar di dunia kerja.
BINUS percaya bahwa AI bukan musuh, melainkan alat yang harus dikuasai sejak dini.
Pertanyaan pentingnya, apakah generasi muda Indonesia siap menjadi penguasa teknologi di masa depan?
Jawabannya ada pada keseriusan mereka dalam belajar dan memahami kecerdasan buatan mulai sekarang.
(m)
Editor : ALengkongSumber : DetikEdu, Liputan6