Jagosatu.com
Lahan yang dulu gersang dan tandus kini berubah menjadi hijau berkat bambu.
Bambu dipilih karena bisa tumbuh cepat tanpa banyak perawatan yang rumit.
Tanaman ini juga dikenal mampu menahan erosi dan menjaga cadangan air tanah.
Di Bulaksalak, Cangkringan, Yogyakarta, bekas tambang pasir ilegal sempat rusak parah.
Tanah terkikis, air tidak terserap, dan banyak pohon serta hewan hilang dari kawasan.
Sejak tambang ditutup sekitar 2003, warga mulai mencari cara untuk memulihkan lahan.
Mereka mendapat bantuan dari Yayasan KEHATI untuk melakukan rehabilitasi dengan bambu.
Kini lahan seluas 3 hektare sudah menjadi hutan bambu yang rindang.
Menurut Liputan6, lebih dari 50 jenis burung kembali singgah di kawasan itu.
Sumber air yang dulu mengering juga mulai mengeluarkan air secara perlahan.
Hutan bambu itu bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga kantong warga.
Bambu dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, perabot rumah, hingga bahan bangunan sederhana.
Rebung bambu juga jadi makanan lokal yang laris di pasaran.
Selain itu, kawasan hutan bambu ini menarik wisatawan yang datang untuk berkunjung.
Kondisi ini tentu membantu ekonomi masyarakat sekitar yang sebelumnya kesulitan.
Namun, bambu belum dianggap komoditas utama dalam kebijakan pemerintah.
Padahal potensinya besar untuk mendukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Jika ada dukungan lebih, bambu bisa jadi solusi masalah lingkungan di banyak daerah.
Dari yang tandus, kini Bulaksalak punya oasis hijau yang jadi kebanggaan.
Inilah bukti bahwa alam bisa pulih kembali jika manusia peduli dan bekerja sama.
(m)
Editor : ALengkongSumber : liputan6.com