Gempuran Produk Impor Tak Gentar, Sejauh Mata Memandang Hidupkan Batik dengan Cara Mengejutkan!

ALengkong • Dipublikasikan Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:04 WIB

Jagosatu.com

Sejauh Mata Memandang buktikan batik tetap hidup dengan inovasi koleksi Puspa.
Sejauh Mata Memandang buktikan batik tetap hidup dengan inovasi koleksi Puspa.

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia sebagai identitas bangsa.

Namun, di era globalisasi saat ini, batik menghadapi tantangan besar dari produk impor murah.

Banyak batik printing dari luar negeri yang membanjiri pasar dengan harga lebih rendah.

Hal ini membuat posisi para pengrajin lokal semakin terdesak di negeri sendiri.

Meski begitu, brand lokal Sejauh Mata Memandang hadir dengan semangat baru.

Menurut Liputan6, Sejauh Mata Memandang menjaga tradisi batik lewat kolaborasi dengan pengrajin.

Kolaborasi ini melibatkan artisan dari daerah seperti Pekalongan, Temanggung, dan Wonosobo.

Mereka bekerja sama untuk mengembangkan batik dengan cara yang tetap tradisional.

Studio Sejauh didirikan agar para artisan bisa berkarya sekaligus berinovasi.

Teknik batik tulis dan pewarna alami tetap dipertahankan agar identitas asli terjaga.

Salah satu koleksi terbaru mereka diberi nama “Puspa”.

Dilansir dari Liputan6, koleksi ini dibuat dengan teknik jacquard ATBM dan pewarna alami dari kayu secang.

Hasilnya adalah kain dengan warna merah muda gradasi yang unik dan artistik.

Motif yang digunakan adalah Ombak Laut sebagai simbol perjalanan dan kesinambungan.

Menariknya, koleksi ini juga dihubungkan dengan film pendek berjudul “Pulang”.

Dalam film tersebut, nuansa sinematik membantu memperkuat makna dari koleksi Puspa.

Chitra Subyakto, pendiri Sejauh, menegaskan bahwa inovasi harus tetap menghormati tradisi.

Ia percaya batik Indonesia punya potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia.

Bagi Chitra, melestarikan batik bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menjaga budaya.

Produk eksklusif dengan jumlah terbatas membuat batik punya nilai lebih tinggi.

Dengan cara ini, batik tidak hanya dikenakan, tapi juga diceritakan dengan penuh makna.

Generasi muda juga didorong untuk lebih dekat dengan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran di ajang PIFW 2025 menjadi langkah penting memperkenalkan batik ke pasar luas.

Lewat langkah ini, Sejauh membuktikan bahwa batik bisa tetap relevan di era modern.

Mereka menjawab gempuran produk impor dengan kreativitas, inovasi, dan semangat budaya.

Batik bukan sekadar kain, tapi kisah panjang yang terus hidup dari generasi ke generasi.

(m)

Editor : ALengkong
Sumber : Liputan6
Batik SejauhMataMemandang FashionIndonesia WarisanBudaya ChitraSubyakto BatikPuspa