Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kerangka Manusia Ditemukan di Wanua Kolongan Talawaan, Warga Geger

ALengkong • 2025-08-28 13:11:32

kerangka manusia yang ditemukan di wanua kolongan (Foto: Facebook/Yanne Adriaan)
kerangka manusia yang ditemukan di wanua kolongan (Foto: Facebook/Yanne Adriaan)

Jagosatu.com - Penemuan kerangka manusia menghebohkan warga di Wanua Kolongan, Kecamatan Talawaan, Jaga 8, area Kapling Kolongan, Rabu (27/8).

Informasi awal mengenai temuan tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Facebook bernama Yanne Adriaan.

Unggahan itu tersebar di grup media sosial Sulut Viral dan langsung menuai banyak reaksi.

Dalam foto yang beredar, terlihat tengkorak dan tulang belulang yang berserakan di sekitar lokasi.

Beberapa bagian pakaian masih melekat pada kerangka yang ditemukan.

Di antaranya terdapat switer biru dongker, kaos merah, serta celana pendek hitam.

Celana pendek tersebut tampak dilapisi dengan celana panjang kain hitam bergaris krem.

Penemuan pakaian ini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan pihak berwenang.

Beberapa warganet bahkan berspekulasi mengenai kemungkinan identitas kerangka tersebut.

Nama Paskah Elean (19) muncul di kolom komentar karena ia dilaporkan hilang sejak 17 April 2025.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas kerangka maupun penyebab kematian.

Polisi masih harus melakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Tahapan identifikasi biasanya melibatkan pemeriksaan forensik dan pencocokan data orang hilang.

Pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga juga diminta untuk tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Spekulasi yang beredar di masyarakat saat ini belum dapat dijadikan dasar kesimpulan.

Baca Juga: Wardeka: Perpaduan Budaya Minahasa dan Teknologi Game Modern

Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan kabar tidak benar di masyarakat.

Kasus ini diharapkan segera mendapatkan kejelasan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

(chg)

 

Editor : ALengkong