JAGOSATU.COM -Dies Natalis ke-16 Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, digelar Seminar Ilmiah bagi Penyuluh Agama Kristen di Aula IAKN, Tateli 1 Mandolang, Minahasa, (28/07/23).
Seminar ilmiah dimoderatori Dr Heldy J Rogahang MTh, mengikutsertakan para Penyuluh Agama Kristen se Sulut.
Seminar ini merupakan lanjutan pada hari kedua, yang sebelumnya telah berhasil melaksanakan Seminar Ilmiah bagi Guru Pendidikan Agama Kristen dan Pengawas yang mencapai sekira 300 peserta.
Seluruhnya yang mengikuti seminar mendapatkan sertifikat, guna kelengkapan pada kenaikan tingkat atau tugas selanjutnya pada para pengajar.
Baik itu Guru Pendidikan Agama Kristen, maupun Pengawas.
Kegiatan seminar hari kedua, bertemakan ‘Peran Strategis Penyuluh Agama Kristen Penguatan Moderasi Beragama Dalam Menghadapi Tahun Politik’ di Aula IAKN Manado, menghadirkan 3 narasumber.
Yakni, Dr Anita Inggrith Tuela MTh, Ketua RMB IAKN Manado, fokus pada pembahasan merawat kemanusiaan dalam bingkai moderasi beragama, Dr Meily M Wagiu MTh terkait penyuluh agama sebagai penggerak dan corong penguatan moderasi beragama dan Fery RJ Sangian SSos MAP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulawesi Utara, mencakup peran strategis penyuluh agama kristen dan penguatan moderasi beragama dalam menghadapi tahun politik.
“Penguatan moderasi beragama dimulai dari sosialisasi dan pendidikan yang efektif tentang pentingnya dialog antaragama dan toleransi dalam konteks politik.
Melalui kampanye yang damai, pihak-pihak politik di Sulawesi Utara dapat menjauhkan diri dari retorika provokatif yang dapat memicu konflik.
Untuk itu, para pemimpin Agama Kristen, bersama dengan tokoh agama lainnya, memiliki peran penting dalam mempromosikan moderasi beragama dan menjadi mediator dalam mengatasi perselisihan.
Terutama, politisi perlu menunjukkan komitmen mereka terhadap prinsip moderasi dan menjauhkan diri dari upaya mengadu domba berdasarkan agama atau etnis," harap Sangian.
Lanjutnya, dalam penguatan tersebut perlu implementasi sebagai kesimpulan, melalui komitmen pemerintah, kemitraan sipil dan agama hingga pemantauan independen.
“Pentingnya peran penyuluh Agama Kristen dan penguatan moderasi beragama pada tahun politik di Sulawesi Utara adalah kunci dalam menjaga stabilitas sosial, menghindari konflik, dan menciptakan lingkungan politik yang bermartabat.
Dengan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, kita dapat membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan pada saling menghargai antar agama.
Jadilah warga negara yang baik, cerdas dan bertanggung jawab, datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih pemimpin dan wakil-wakil rakyat.
Hindari golongan putih (golput), sekalipun pilihan berbeda-beda namun tetap pelihara dan jaga persatuan, kesatuan dan persaudaraan yang rukun dan damai karena ‘Torang Samua Ciptaan Tuhan".
Partisipasi politik masyarakat akan menentukan masa depan bangsa indonesia,” urainya.
Usai diskusi materi dengan sesi tanya jawab, Dr Wolter Weol STh MPd, Direktur Pascasarjana IAKN Manado, mewakili Rektor IAKN Dr Olivia Cherly Wuwung ST MPd, menyerahkan sertifikat bagi para narasumber.
"Terimakasih kepada seluruh peserta dan narasumber dalam dukungan kegiatan seminar ilmiah Dies Natalis ke-16 IAKN Manado ini, demi mewujudkan Moving Forward to Become to be Exellent University di IAKN Manado sebagai Perguruan Tinggi Agama Kristen ini," kuncinya. (sam)
Editor : Nur Fadilah