Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Jejak Sejarah Indonesia: Orde Lama, Orde Baru, dan Era Reformasi, Apa maksudnya? Yuk Simak dan Pahami!

Toar Rotulung • 2024-01-14 13:35:30
Ilustrasi Presiden Soekarno (Doc. Perpustakaan Nasional)
Ilustrasi Presiden Soekarno (Doc. Perpustakaan Nasional)

JAGOSATU.COM - Apabila Anda aktif dalam mengikuti perkembangan dunia politik, Anda akan mendapati kebijakan dari periode Orde Lama, Orde Baru, dan era reformasi.

Orde Lama, Orde Baru, dan era reformasi merujuk pada tiga periode pemerintahan yang membagi sejarah Indonesia menjadi tiga bagian.

Orde Lama mencakup periode pemerintahan dari tahun 1945 hingga 1966, yang dipimpin oleh Soekarno.

Sementara itu, Orde Baru merujuk pada masa pemerintahan dari tahun 1966 hingga 1998, yang dipimpin oleh Soeharto.

Era reformasi, di sisi lain, menggambarkan periode di mana terjadi perubahan yang drastis untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan negara.

Pada masa Orde Lama, terjadi restrukturisasi sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Selain itu, kabinet presidensial diubah menjadi kabinet parlementer dengan penerapan politik yang berbeda.

Orde Baru dimulai dengan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 atau yang dikenal sebagai Supersemar. Orde Baru bertujuan untuk melayani kepentingan rakyat dan negara, didasarkan pada semangat Pancasila dan UUD 1945.

Kekuasaan Orde Baru berlangsung selama 32 tahun, menjadikannya masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Indonesia.

Dikutip dari Laporan PEST - Politeknik Statiska STIS, berikut beberapa perbedaan dari sistem pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru'

1. Kebijakan Politik

Dalam Orde Lama, kondisi dari negara Indonesia masih dalam masa-masa menikmati kemerdekaan dan kejayaan yang membuatnya memiliki tingkat emosi nasionalisme tinggi.

Selain itu, dikarenakan perintah dari Presiden Soekarno, proyek mercusuar juga marak dilakukan demi keinginan untuk telihat unggul dari bangsa asing.

Untuk Orde Baru, dalam masa ini kondisi jauh berbeda dari sebelumnya dikarenakan adanya kemauan politik yang begitu kuat dalam tujuan untuk membangun ekonomi negara dan menyebabkan terbukanya ruang yang relatif besar bagi perkembangan modal asing.

 

2. Kebijakan Ekonomi

Dalam Orde Lama, sisi dari kebijakan ekonomi sifatnya masih bersifat sosialis tertutup atau komunis.

Sedangkan untuk Orde Baru, kebijakan ekonomi dari masa ini mulai berubah dan menjadikan sifatnya terbuka dan berpegang penuh pada kapitalisme.

3. Keadaan Politik Dunia

Pada masa Orde Lama, masih banyak pengaruh negatif yang berasal dari sisa Perang Dunia ke-II.

Sedangkan untuk Orde Baru, kondisi politik dari dunia masih lumayan ramai dengan berakhirnya perang Vietnam yang baru saja selesai konfliknya.

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

Dalam masa Orde Lama, kualitas dari sumber daya manusia yang ada menurun, dikarenakan susahnya menemukan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang unggul pada saat ini.

Namun pada Orde Baru, kualitas dan jumlah dari sumber daya manusia yang unggul mulai meningkat dengan potensi yang lumayan banyak dikarenakan masyarakat yang mulai bersekolah, terutama dari anak-anak muda Indonesia.

5. Kestabilan Perekonomian

Dalam masa Orde Lama, dikarenakan tingkat inflasi yang begitu tinggi dan terus meningkat, kestabilan ekonomi yang ada di Indonesia masih belum teratur dan tidak stabil karena perubahan yang lebih sering terjadi.

Berbeda drastis dengan Orde Lama, di masa pemerintahan Orde Baru, tingkat kestabilan perekonomian dari Indonesia sudah mulai membaik semenjak tingkat inflasi mulai menurun.

 

***

Editor : Toar Rotulung
#dunia politik #reformasi #orde baru #orde lama