Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mentan Amran Sulaiman Dari Akademisi ke Penggerak Inovasi Pertanian Nasional

Toar Rotulung • 2026-01-11 20:09:51

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikenal luas sebagai figur pemimpin yang memiliki rekam jejak kuat di bidang akademik, inovasi, dan kepemimpinan yang berdampak langsung terhadap kemajuan sektor pertanian nasional.

Latar belakang keilmuan yang solid, pengalaman lapangan yang panjang, serta ketegasan dalam menjaga integritas menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan yang dijalankannya sebagai Menteri Pertanian.

Di dunia akademik, Mentan Amran tercatat sebagai dosen tetap di Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia telah mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hingga kini, Amran telah menulis 33 buku yang banyak dijadikan referensi di bidang pertanian, kepemimpinan, serta manajemen sumber daya manusia.

Kontribusinya di bidang riset juga tercermin dari empat hak paten dan merek yang dimilikinya, termasuk inovasi pengendalian hama tikus yang telah diterapkan secara luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Jepang, dan sejumlah negara lain.

Tak berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, Mentan Amran mampu menerjemahkan hasil riset dan inovasi menjadi kekuatan ekonomi nyata. Ia tercatat membangun sekitar 70 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pertanian dan industri turunannya.

Dari aktivitas tersebut, tercipta lapangan kerja bagi sekitar 7.000 tenaga kerja. Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, jika dikelola secara profesional dan inovatif, mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi pengurangan pengangguran.

Dalam kepemimpinan publik, Mentan Amran dikenal tegas dalam menegakkan prinsip integritas. Ia secara konsisten mendorong pemberantasan praktik korupsi dan tidak ragu mengambil langkah tegas, termasuk mencopot pejabat yang terbukti melanggar aturan. Sikap tersebut dijalankan sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan petani serta keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Pengalaman Mentan Amran di sektor pertanian juga berangkat dari bawah. Ia pernah menjalani peran sebagai penyuluh pertanian lapangan (PPL), sebelum kemudian berkembang menjadi wirausahawan dan dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian. Perjalanan panjang ini membentuk pemahaman yang utuh mengenai persoalan pertanian, mulai dari hulu hingga hilir, serta tantangan riil yang dihadapi petani di lapangan.

Sebagai Menteri Pertanian, Amran menjadi salah satu motor penggerak keberhasilan agenda swasembada pangan nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Melalui kerja lintas sektor, reformasi kebijakan pupuk, penertiban mafia pangan, serta penguatan produksi nasional, sektor pertanian Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, Indonesia juga menerima pengakuan internasional. Salah satunya adalah penghargaan tertinggi Agricola Medal dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), yang diterima Presiden Joko Widodo pada 2024 atas keberhasilan Indonesia menjaga swasembada pangan tanpa impor beras medium selama periode 2017–2021. Selain itu, Indonesia juga memperoleh penghargaan South-South and Triangular Cooperation (SSTC) dari FAO.

Kiprah Mentan Amran turut diakui melalui sejumlah tanda kehormatan negara. Ia tercatat menerima empat penghargaan prestisius dari Presiden Republik Indonesia, yakni Bintang Jasa Utama pada 7 Januari 2026 dari Presiden Prabowo Subianto, Bintang Mahaputra Adipurna pada 25 Agustus 2025 dari Presiden Prabowo, Bintang Mahaputra Adipradana pada November 2022 dari Presiden Joko Widodo, serta Satya Lencana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian pada 2007 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di luar tugas pemerintahan, Mentan Amran juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan melalui AAS Foundation. Ia terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan, termasuk penyaluran bantuan untuk rakyat Palestina dan penggalangan dana bencana Aceh yang mencapai Rp75 miliar dalam waktu singkat.

Dengan rekam jejak akademik, inovasi, kepemimpinan ekonomi, integritas, serta kepedulian sosial, Mentan Amran Sulaiman merepresentasikan sosok pemimpin pertanian yang mengedepankan kerja nyata dan dampak berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

Editor : Toar Rotulung
#profil #pertanian #mentan amran sulaiman #Akademisi #amran sulaiman