Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Target 4 Juta Ton Beras Pemerintah Mantap Jaga Swasembada dan Kesejahteraan Petani

Toar Rotulung • 2026-01-13 12:15:58

Mentan Amran Sulaiman. (Kementrian Pertanian)
Mentan Amran Sulaiman. (Kementrian Pertanian)

JAGOSATU.COM - Pemerintah menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target serapan gabah setara beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton. Target ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta ton. Keyakinan tersebut didorong oleh tren peningkatan produksi padi nasional serta penguatan sinergi lintas sektor pangan.

Optimisme ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Serap Gabah dan Beras Tahun 2026 sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog, Senin (12/1/2026).

“Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target Bulog dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insyaallah mudah-mudahan ini tercapai. Kalau ini tercapai, ada sejarah baru bagi Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi menjadi modal utama dalam mengejar target serapan tersebut. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, luas tanam padi pada periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare. Dari luasan tersebut, potensi produksi beras nasional pada periode yang sama diproyeksikan mencapai 4,78 juta ton.

“Artinya, insyaallah kalau tidak ada bencana dan tidak ada hambatan besar, produksi tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ungkap Mentan Amran.

Ia menegaskan, keberhasilan mencapai target serapan tidak hanya bergantung pada produksi di tingkat petani, tetapi juga pada soliditas koordinasi dari hulu hingga hilir. Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan pangan diminta bergerak dalam satu komando.

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu harus kuat, pengelolaan di tengah harus berjalan baik, dan penyerapan di hilir harus maksimal. Ini kunci menjaga swasembada dan melangkah ke tahap berikutnya,” tegasnya.

Mentan Amran juga menekankan bahwa peningkatan target serapan beras merupakan bagian dari strategi mempertahankan swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, swasembada bukan hanya soal ketersediaan pangan nasional, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi pedesaan.

“Bapak Presiden Prabowo telah mengumumkan Indonesia swasembada pangan berkat kerja keras kita semua. Dan atas arahan beliau, tahun 2026 kita diminta menyusun rencana agar swasembada pangan ini terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program pangan yang telah berhasil di tahun sebelumnya dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Apa yang sudah berhasil di tahun 2025 harus menjadi autopilot. Kemudian kita kejar capaian-capaian baru di 2026. Salah satu capaian besar yang sudah diumumkan adalah swasembada pangan 2025 dan itu wajib kita pertahankan,” kata Sudaryono.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga swasembada memberikan dampak nyata berupa peningkatan produksi nasional, kesejahteraan petani, dan berkurangnya ketergantungan pada impor pangan.

Di sisi hilir, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan penuh Bulog dalam menjalankan penugasan pemerintah. Mulai dari penyerapan gabah dan beras petani, pengolahan, hingga penyaluran, Bulog memastikan seluruh proses berjalan optimal.

“Kami siap melaksanakan penugasan pemerintah untuk mewujudkan kembali swasembada pangan di 2026 dan seterusnya. Bulog akan memaksimalkan penyerapan, pengolahan, hingga penyaluran sesuai tugas yang diberikan,” jelasnya.

Dengan dukungan produksi yang meningkat dan sinergi lintas sektor yang solid, pemerintah meyakini target serapan beras 4 juta ton pada 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Editor : Toar Rotulung
#pertanian #beras #mentan amran sulaiman #Prabowo #amran sulaiman