Masyarakat Aceh Apresiasi Mentan Amran Respons Cepat Salurkan Ribuan Ton Bantuan Pangan Pascabencana

Toar Rotulung • Dipublikasikan Jumat, 16 Januari 2026 | 06:45 WIB

Andi Amran Sulaiman saat membagikan bantuan di aceh. (Kementan)
Andi Amran Sulaiman saat membagikan bantuan di aceh. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Pemerintah dan masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) atas respons cepat, konsisten, dan masif dalam menyalurkan bantuan pangan bagi korban bencana di berbagai wilayah Aceh. Mentan Amran dinilai sebagai salah satu menteri yang paling intens hadir dan mengirimkan bantuan sejak masa tanggap darurat hingga awal pemulihan.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat kegiatan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan bahwa bantuan pangan dari Kementan sangat krusial di tengah kondisi Aceh yang mengalami kerusakan besar akibat bencana hidrometeorologi.

“Bapak Mentan adalah salah satu menteri yang paling banyak mengirimkan bantuan sembako pangan ke Aceh. Ini adalah bentuk terima kasih dari Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh kepada Bapak,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, Kementan menyalurkan bantuan melalui berbagai jalur demi memastikan seluruh wilayah terdampak terjangkau. Tahap pertama bantuan dikirim menggunakan pesawat Airbus A-400 dengan muatan 9,7 ton. Tahap kedua melalui KRI Banda Aceh (593) sebanyak 120 ton, disusul KRI Surabaya (591) membawa 330 ton. Tahap keempat menggunakan KRI Makassar (590) dengan muatan 140 ton, dan tahap kelima melalui 200 truk dari Medan dengan total volume 430 ton.

Fadhlullah menjelaskan, bantuan pangan tersebut menjadi penopang utama masyarakat di tengah kondisi darurat. Tercatat lebih dari 149 ribu rumah terdampak bencana, dengan puluhan ribu di antaranya rusak ringan hingga rusak berat dan bahkan hilang. Selain itu, lahan sawah dan kebun di sejumlah kabupaten tertimbun lumpur lebih dari satu meter tepat menjelang masa panen.

“Intinya, seluruh kebutuhan sembako sudah diterima masyarakat. Jika tidak bisa lewat sungai, kita kirim lewat udara. Sekarang tahap berikutnya adalah bagaimana membangkitkan kembali pertanian Aceh,” katanya.

Ia menilai Aceh telah memasuki fase pemulihan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Meski kerusakan lahan sangat parah, Fadhlullah optimistis Kementan memiliki keahlian untuk memulihkan produktivitas pertanian di Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Aceh, tidak hanya melalui bantuan pangan darurat, tetapi juga melalui rehabilitasi lahan, pemulihan produksi, dan dukungan sarana prasarana pertanian.

“Kami mungkin datang hari ini, tetapi sejak bencana hingga sekarang, siang dan malam kami memikirkan Aceh. Duka Aceh adalah duka kita semua,” tegas Amran.

Kementan mencatat, selama periode 4 Desember 2024 hingga 15 Januari 2026, total bantuan pangan yang disalurkan ke Aceh mencapai 1.029,7 ton melalui program Kementan–Bapanas Peduli. Selain itu, untuk mendukung rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, pemerintah menyalurkan pupuk urea 200 ton, benih padi 836 ton, 32 unit traktor roda dua, dan 11 unit traktor roda empat.

Mentan Amran menegaskan, rehabilitasi akan diprioritaskan pada lahan rusak ringan dan sedang agar 90–95 persen sawah dapat kembali produktif. Program ini dilaksanakan secara padat karya dengan melibatkan petani setempat dan dibiayai pemerintah pusat.

Kementan memastikan pendampingan berkelanjutan bagi petani Aceh melalui rehabilitasi lahan, pemulihan sarana produksi, dan penguatan ketahanan pangan daerah, guna memastikan pertanian Aceh bangkit secara berkelanjutan pascabencana.

Editor : Toar Rotulung
ACEH kementrian pertanian amran sulaiman bantuan pangan mentan amran