Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Produksi Kentang Kerinci Tembus 131 Ribu Ton Kementan Perkuat Akses Pasar dan Benih Unggul

Toar Rotulung • 2026-02-01 07:33:37

Petani kentang di Kabupaten Kerinci. (Sumber: Kementan)
Petani kentang di Kabupaten Kerinci. (Sumber: Kementan)

JAGOSATU.COM - Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026, produktivitas panen kentang meningkat sebesar 8,76 persen, dari 16,7 ton per hektare pada 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada 2025. Peningkatan ini turut mendorong lonjakan produksi dan memperkuat pasokan kentang ke pasar regional maupun nasional.

Kondisi iklim selama musim tanam 2025 dinilai cukup mendukung budidaya sayuran umbi, termasuk kentang. Curah hujan dan suhu relatif stabil membuat sejumlah sentra produksi di dataran tinggi Kerinci memasuki musim panen raya dengan hasil yang lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu sentra kentang utama di Provinsi Jambi bahkan di kawasan daratan Sumatera. Produksi kentang Kerinci tersebar di beberapa kecamatan seperti Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci.

Sepanjang 2025, produksi kentang Kerinci tercatat mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare. Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan Kerinci dalam menjaga pasokan kentang nasional, khususnya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri pangan.

“Kita bersyukur produktivitas panen tahun ini cukup bagus. Namun tantangannya adalah menjaga agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan. Karena itu, Pemda Kerinci sesuai arahan Bapak Bupati terus mengupayakan perluasan akses pasar antar daerah,” ujar Radium Halis, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Halis, kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha kentang nasional juga terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan kawasan sentra kentang Kerinci. Langkah ini penting agar peningkatan produksi tidak justru berujung pada tekanan harga saat panen raya.

Selain fokus pada pasar, penguatan sektor hulu juga menjadi perhatian. Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci bersama Kementerian Pertanian saat ini mengembangkan produksi planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro. Balai tersebut diarahkan untuk menghasilkan benih kentang kelas G-nol yang nantinya akan didistribusikan kepada petani penangkar.

“Pengembangan benih unggul ini sejalan dengan visi dan program unggulan Bupati Kerinci, sekaligus untuk menekan ketergantungan petani pada benih dari luar daerah,” tambah Halis.

Dari sisi nasional, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa produksi kentang nasional berada dalam kondisi sangat mencukupi. Sepanjang 2025, produksi kentang nasional tercatat mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare.

“Sentranya tersebar dari Aceh hingga Sulawesi Utara, dan sebagian besar merupakan kentang sayur varietas granola. Untuk jenis ini, produksi nasional kita sudah sangat mencukupi kebutuhan,” jelas Agung.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menjaga produksi, tetapi juga memastikan harga dan kesejahteraan petani tetap stabil. Karena itu, Kementerian Pertanian mendorong berbagai terobosan, mulai dari pemberdayaan BUMD, penguatan jejaring pelaku usaha, hingga pengembangan diversifikasi produk olahan berbahan baku kentang.

Selain itu, kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis juga dinilai sebagai peluang pasar baru bagi petani kentang.

“Perluasan akses pasar dan hilirisasi adalah langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah. Ini hanya bisa berhasil jika semua pihak berkolaborasi,” pungkas Agung.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berulang kali menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian lokal. Menurutnya, transformasi pertanian melalui pengolahan dan penguatan pasar adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.

“Hilirisasi adalah kunci transformasi pertanian kita. Jika dilakukan secara konsisten, Indonesia tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga berdaulat secara ekonomi,” tegas Mentan Amran.

Editor : Toar Rotulung
#Petani #kementan #kentang