Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Swasembada Pangan Dicapai Satu Tahun Komisi IV DPR Nilai Kinerja Mentan Amran Sangat Terukur

Toar Rotulung • 2026-02-04 20:22:25

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran. (Kementan)
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mencapai swasembada pangan nasional jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia. Capaian ini dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga memastikan ketersediaan dan stabilitas stok beras menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI terkait kesiapan dan pengamanan harga serta stok pangan menjelang Ramadan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Anggota Komisi IV DPR RI, I Ketut Suwendra, menyebut capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja keras dan kepemimpinan kuat Menteri Pertanian bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian.

“Kami mengapresiasi prestasi yang dicapai Kementerian Pertanian. Target swasembada pangan yang awalnya ditetapkan empat tahun, kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, akhirnya bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Ini sudah diumumkan langsung oleh Presiden, dan Pak Menteri juga menerima penghargaan atas capaian tersebut,” ujar I Ketut Suwendra.

Ia menilai percepatan swasembada pangan di tengah tantangan global dan dinamika iklim menunjukkan efektivitas kebijakan pertanian nasional yang dijalankan secara konsisten dan berbasis data. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan DPR terhadap langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah di sektor pangan.

Apresiasi serupa juga disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo. Menurutnya, capaian swasembada pangan dalam waktu singkat menjadi bukti kerja nyata dan kepemimpinan yang kuat di Kementerian Pertanian.

“Kami memberikan apresiasi karena target swasembada pangan dapat dicapai lebih cepat dari yang ditetapkan Presiden. Ini menunjukkan kerja yang terukur dan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ungkap Firman.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ajbar, menyoroti keberhasilan pemerintah melewati periode sulit kebijakan tanpa impor beras sepanjang 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi ujian berat, terutama pada akhir 2025 hingga awal 2026, namun berhasil dilalui dengan baik.

“Masa sulit dengan kebijakan tanpa impor beras berhasil kita lewati. Ujian terberat terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026, dan Alhamdulillah semuanya dapat dilalui. Hingga saat ini cadangan beras pemerintah masih lebih dari 3 juta ton. Ini hasil kerja sama yang patut diapresiasi,” ujar Ajbar.

Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan prakiraan kalender nasional, Ramadan diperkirakan berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan Idul Fitri jatuh pada 20–21 Maret 2026.

“Berdasarkan pemantauan produksi, proyeksi neraca pangan, serta evaluasi lapangan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam kondisi cukup dan aman untuk menghadapi Ramadan,” jelas Mentan Amran.

Ia memaparkan bahwa kebutuhan nasional untuk komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng diperkirakan dapat sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Secara khusus untuk beras, Mentan Amran menyebut stok awal nasional menjelang Ramadan mencapai sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton. Dengan perhitungan tersebut, neraca beras nasional menunjukkan surplus sekitar 14,48 juta ton. Adapun stok beras nasional per Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

Selain menjaga produksi, pemerintah juga melakukan pengamanan distribusi dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN pangan, serta operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.

Dengan kondisi pasokan yang kuat dan langkah pengamanan yang konsisten, Mentan Amran optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga, sekaligus tetap melindungi kepentingan petani dan peternak nasional.

Editor : Toar Rotulung
#swasembada pangan #komisi iv dpr #mentan amran