JAKARTA – Meski masih banyak pekerjaan rumah (PR), pemerintah ternyata memiliki rencana untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak hanya menyasar anak sekolah maupun ibu hamil, MBG juga tengah disiapkan untuk lansia hingga penyandang disabilitas.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk mematangkan rencana program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas ini. Ia mengaku, telah bertemu dengan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk membahas program ini secara khusus. "Semalam (Selasa malam, red) saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Jadi ini sedang dalam pembicaraan," ujarnya dalam keterangan resminya Rabu (4/2).
Dalam pertemuan tersebut, disepakati agar nantinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang dikelola BGN di berbagai daerah, tidak hanya menyiapkan MBG untuk anak-anak sekolah, tapi juga lansia dan penyandang disabilitas. Kementerian Sosial (Kemensos) nantinya akan bertanggungjawab atas data lansia dan penyandang disabilitas yang berhak mendapat MBG ini. "Kami mendapatkan data-data itu nanti dari kepala daerah. Setelah itu kita lakukan asesmen, lalu kita akan serahkan lagi ke kepala daerah untuk ditandatangani, baru kemudian kita serahkan ke BGN untuk dilayani," paparnya.
Baca Juga: Bareskrim Tangani Tiga Kasus Pasar Modal, Pantau Kasus Rekayasa IPO hingga Permainan Reksadana
Nantinya, selain dapat MBG, program ini juga bakal diperkuat dengan kehadiran caregiver atau pengasuh. Mereka akan mengikuti pelatihan secara bertahap yang diselenggarakan oleh Kemensos terlebih dahulu. "Tapi misalnya mereka belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim (MBG) ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas," ungkapnya. Terkait anggaran, nantinya MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas akan dijadikan satu dengan BGN. Sedangkan Kemensos akan berfokus pada penyiapan petugas dan sistem distribusi makanan. (mia/bas)
Editor : Pratama Karamoy