JAKARTA – Gerakan nasional pergantian atap seng menjadi genteng atau gentengisasi, bakal diperluas saat pembangunan sekolah rakyat. Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
"Iya, memang yang 104 lokasi (Sekolah Rakyat) itu, kita dari awal desainnya genteng, bukan menggunakan atap asbes atau lainnya," ujar Dody ditemui di Kompleks DPR RI Jakarta, kemarin (4/2).
Menurut dia, selain melindungi dari cuaca panas, atap genteng juga dari lebih bagus secara estetika. "Kemarin disampaikan oleh Bapak Presiden, karena beliau tidak mau masyarakat itu kepanasan, terus dari segi estetika juga lebih bagus genteng daripada atap seng atau asbes gitu. Dan genteng merupakan produk dalam negeri," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi" sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia. Sebab, saat ini atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Baca Juga: Diperluas, MBG Jangkau Lansia dan Disabilitas
Menurut Prabowo, hal ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
Nah, pemerintah tengah menyiapkan skema pendanaan kolaboratif dalam pelaksanaan program gentengisasi. Nantinya, program ini tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tapi, swasta dan perorangan bisa ikut serta. (ant/bas)
Editor : Pratama Karamoy