Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari, Kolaka Timur, Bangun Asa Lahirkan Pemain Timnas Terbuka untuk Santri, Santriwati, Termasuk Kalangan Luar Ponpes

Pratama Karamoy • 2026-02-06 13:05:00
H. Buhari Matta (kanan) dan Evan Dimas (tiga dari kanan) mengadakan coaching clinic di Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari di Wesalo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (31/1).
H. Buhari Matta (kanan) dan Evan Dimas (tiga dari kanan) mengadakan coaching clinic di Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari di Wesalo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (31/1).

 

Wesalo - Empat kali dalam sepekan, lapangan sepak bola dalam kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Bukhari, Wesalo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, bakal dipenuhi puluhan santri dan santriwati dengan rentang usia 10–17 tahun. Persisnya pukul 14.00 Wita, selepas kegiatan belajar selesai.

Ya, tak hanya santri, tetapi ada pula santriwati yang ikut Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari. Program tersebut juga terbuka bagi kalangan dari luar pesantren. Bahkan, ada di antara anak didiknya yang berasal dari kalangan nonmuslim.

“Banyak potensi anak-anak kita, generasi muda yang memiliki bakat sepak bola, tetapi tidak bisa menyalurkan bakatnya karena tidak memiliki kesempatan. Makanya, kami berpikir untuk memberikan kesempatan kepada mereka,” tutur pendiri Ponpes Al-Bukhari Buhari Matta kepada Jawa Pos di pesantren yang dipimpinnya pada Sabtu (31/2) pekan lalu.

Saat ini, Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari yang didirikan pada 13 Oktober 2025 itu diasuh oleh dua pelatih berlisensi D Nasional serta dua asisten pelatih. Program ini berawal dari kecintaan, kepedulian, sekaligus keresahan Buhari terhadap sepak bola.

“Kita tahu, pecinta sepak bola Indonesia begitu besar, tetapi prestasi sepak bolanya belum maksimal. Khususnya di Sulawesi Tenggara, lebih khusus lagi daerah Kolaka,” katanya.

Saat ini, Ponpes Al-Bukhari memiliki sekitar 700 santri. Dari jumlah tersebut, 80 di antaranya memilih bergabung dengan Pesantren Sepak Bola.

“Mungkin juga ada anak-anak yang punya bakat, tetapi tidak melanjutkan pendidikan. Mereka bisa masuk di pesantren sepak bola ini,” ungkap Buhari yang pernah menjabat sebagai Bupati Kolaka selama dua periode (2004–2009 dan 2009–2013) itu.

 

Baca Juga: Ibu Bocah NTT Tak Dapat Bansos karena KTP Beda Kabupaten

 

Pertama di Indonesia

Dalam peluncuran, Staf Khusus Menteri Agama Farid F Saenong menyebutkan, pelaksanaan yang dilakukan Ponpes Al-Bukhari dapat menjadi contoh bagi pesantren lain di tanah air.

“Saya kira pesantren ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memiliki pesantren sepak bola,” sebut Farid, seperti dikutip dari rekaman sambutannya pada acara peluncuran tersebut.

Farid berharap, para santri tetap menjalankan tugas utamanya sebagai santri dengan serius. Sekaligus, secara profesional mempelajari sepak bola dengan kualitas yang tidak kalah dari sekolah sepak bola lain.

Meski belum lama berdiri, Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada Desember lalu, misalnya, tim U-14 Al-Bukhari berhasil menjadi runner-up turnamen usia dini SSB CISC Kendari Cup I 2025.

Untuk menambah semangat para santri, Sabtu (31/1) lalu, pesantren menghadirkan mantan kapten tim nasional Indonesia Evan Dimas Darmono untuk memberikan coaching clinic sekaligus motivasi. “Para santri di sini memiliki bakat. Jika mereka dididik dengan baik dan benar, insya Allah bisa menjadi pemain hebat,” ujar Evan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan pesantren sepak bola, manajemen pondok akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian dalam pengembangan sepak bola. “Mudah-mudahan, suatu hari nanti ada pemain binaan kami yang bisa bermain di Liga Indonesia dan timnas,” kata Buhari.

 

Ada Berkuda hingga Golf

Tidak hanya sepak bola, di Ponpes Al-Bukhari juga terdapat berbagai fasilitas olahraga lain untuk menyalurkan bakat para santri. Di antaranya lapangan tenis, panahan, voli, tenis meja, hingga berkuda. Bahkan, di dalam area ponpes terdapat lapangan golf sembilan hole. “Saat ini juga sedang dalam proses pembangunan kolam renang,” kata Buhari.

Ponpes Al-Bukhari berdiri di atas lahan seluas sekitar tujuh hektare. Di luar area tersebut, pendiri pesantren juga memiliki lahan sekitar 200 hektare yang dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Di lahan tersebut terdapat sekitar 3.000 pohon durian berbagai jenis berusia 3–4 tahun yang kini mulai berbuah. Ada pula kebun kelengkeng, alpukat, mangga, jeruk, serta puluhan kolam ikan.

“Hasil pengelolaan lahan tersebut kami harapkan dapat digunakan untuk pengembangan Ponpes Al-Bukhari yang memiliki jenjang pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi,” kata Buhari. (/ttg/jawa pos)*

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional