Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sinergi Kementan dan Polri Jadi Kunci Indonesia Perkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

Toar Rotulung • 2026-02-11 12:27:13

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional. Dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam menjaga kelancaran produksi, distribusi, hingga stabilitas harga pangan di tengah tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Polri Tahun 2026 di TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026). Dalam forum tersebut, ia secara terbuka mengapresiasi keterlibatan aktif jajaran Polri dalam mengawal sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

“Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Ada kolaborasi kuat, termasuk dukungan Polri dalam menjaga produksi dan distribusi. Ini kerja bersama yang hasilnya dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat,” ujar Mentan Amran.

Salah satu capaian konkret yang disorot adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pakan jagung. Produksi jagung nasional meningkat sekitar 1 juta ton, sehingga mampu menutup kebutuhan dalam negeri tanpa impor. Peningkatan ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional, khususnya bagi petani jagung dan pelaku usaha peternakan yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan pakan.

Menurut Mentan Amran, peran Polri melalui pengawasan distribusi dan pengamanan rantai pasok turut memastikan peningkatan produksi tersebut tidak terganggu praktik spekulasi maupun penyimpangan di lapangan. Sinergi antara Kementerian Pertanian dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sistem pangan nasional.

Selain sektor jagung, stabilitas harga beras juga menjadi perhatian utama. Mentan Amran menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton, level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan cadangan sebesar itu, ia menegaskan tidak ada alasan rasional bagi harga beras untuk melonjak.

“Stok kita kuat, 3,4 juta ton. Kehadiran aparat memastikan mekanisme pasar berjalan adil dan tidak diselewengkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran Satgas Pangan Polri sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama pada periode rawan seperti Natal dan Tahun Baru. Pengawasan terhadap distribusi, penindakan terhadap praktik penimbunan, serta pengendalian spekulasi harga menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga daya beli masyarakat.

Mentan Amran menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan teknis budidaya atau peningkatan produksi pertanian. Lebih dari itu, ketahanan pangan merupakan hasil integrasi kebijakan, pengawasan, distribusi yang efisien, serta penegakan hukum yang konsisten.

“Ketika semua bekerja bersama, hasilnya luar biasa. Indonesia mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat dan bahkan mulai memperkuat posisi sebagai negara pengekspor,” katanya.

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan hilirisasi pertanian, penguatan lumbung pangan desa, serta modernisasi sistem distribusi nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan secara berkelanjutan.

Menurut Mentan Amran, kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan petani akan menjadi penentu arah masa depan pangan Indonesia. Dengan fondasi tersebut, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas pangan domestik, tetapi juga berpeluang memperkuat posisi strategis di pasar global.

“Dengan sinergi yang solid, kita bukan hanya menjaga pangan hari ini, tapi menyiapkan masa depan Indonesia sebagai pengendali pangan dunia,” pungkasnya.

Editor : Toar Rotulung
#Ketahanan Pangan #stok beras nasional #Polri #swasembada jagung