Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BI Proyeksikan Penjualan Eceran Januari Meningkat

Pratama Karamoy • 2026-02-11 13:37:42
Pelaku UMKM melayani pembeli saat International Handicraft Trade Fair 2026 di Jakarta. Bank Indonesia menyebut pertumbuhan penjualan riil Januari 2026 ditopang subkelompok sandang
Pelaku UMKM melayani pembeli saat International Handicraft Trade Fair 2026 di Jakarta. Bank Indonesia menyebut pertumbuhan penjualan riil Januari 2026 ditopang subkelompok sandang

JAKARTA - Daya beli masyarakat awal tahun masih terjaga. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 tetap menguat secara tahunan, meski momentum libur akhir tahun telah berlalu.

Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan lalu yang diperkirakan tumbuh 7,9 persen secara tahunan (YoY). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

"Secara bulanan, penjualan eceran Januari 2026 diperkirakan terkontraksi 0,6 persen (month to month/MtM) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah Natal dan tahun baru," ujar Denny kemarin (10/2).

 

Meski terkontraksi, penurunan tersebut relatif lebih ringan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,7 persen (MtM). "Ini menunjukkan konsumsi masyarakat tetap lebih resilien di awal tahun," imbuhnya.

Sementara itu, pada Desember 2025, IPR terkerek 3,5 persen (YoY). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang penjualan kelompok sandang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta barang budaya dan rekreasi. "Secara bulanan, penjualan eceran Desember 2025 tumbuh 3,1 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (MtM)," jelasnya.

 

Baca Juga: Presiden Gelar Pertemuan dengan Apindo di Hambalang, Pengusaha Diminta Berkolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja

 

Lonjakan itu didorong mayoritas kelompok barang, khususnya peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau, seiring meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum Natal dan tahun baru.

Dari sisi harga, BI juga mencermati potensi tekanan inflasi ke depan. Bank Indonesia memperkirakan tekanan harga dalam tiga dan enam bulan mendatang, yakni pada Maret dan Juni, cenderung meningkat. "Peningkatan ini didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode Idul Fitri," imbuh Denny. (mim/dio/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi #Nasional