DI tengah rencana pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Indonesia disebut-sebut bakal jadi negara pertama yang mengirimkan pasukannya untuk bergabung. Pengiriman ini diprediksi pada fase kedua gencatan senjata di bawah skema yang tengah dimatangkan.
Kabar tersebut disampaikan oleh KAN News, lembaga penyiaran publik Israel, sebagaimana dikutip dari Jerusalem Post, pada Selasa (10/1).
Menurut laporan tersebut, pasukan Indonesia akan berada di Gaza dalam hitungan pekan, tak lama setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Washington untuk menghadiri KTT Peace to Prosperity. KTT yang digelar oleh Trump ini direncanakan dilaksanakan pada 19 Februari 2026.
Tentara Indonesia akan ditugaskan untuk mengawasi sejumlah garis pertahanan di wilayah Khan Yunis dan Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza.
Baca Juga: BI Proyeksikan Penjualan Eceran Januari Meningkat
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan proses persiapan pengiriman pasukan perdamaian ini tengah dilakukan. "Memang Indonesia melakukan persiapan tersebut," paparnya di Jakarta, kemarin (10/2).
"Ini lebih pada aspek-aspek humanitarian," pungkasnya. (mia/gas/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy