Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kemenko Bidang Paman Lepas Cadangan Beras Nasional untuk Katering Haji

Pratama Karamoy • 2026-02-11 14:33:16
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memimpin rapat soal ekspor beras untuk katering haji, Senin (9/2).
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memimpin rapat soal ekspor beras untuk katering haji, Senin (9/2).

JAKARTA – Produk Indonesia dalam layanan haji di Arab Saudi semakin bertambah. Terbaru, pemerintah memutuskan akan mengekspor beras nasional untuk katering haji. Selama ini, beras yang digunakan berasal dari Vietnam atau Thailand.

Ekspor beras nasional untuk katering lebih dari 200 ribu jemaah tersebut menambah kandungan dalam negeri dalam misi haji. Sebelumnya, Indonesia juga telah memutuskan mengekspor bumbu olahan khas Nusantara ke Arab Saudi untuk katering jemaah haji, seperti bumbu rendang, pesmol, dan aneka lauk pauk khas Indonesia lainnya.

 

Keputusan ekspor beras nasional tersebut diputuskan dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu (9/2). Dalam rapat itu, pemerintah menyepakati dukungan terhadap permintaan Perum Bulog, yakni pemanfaatan stok beras nasional untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia tahun 2026.

Saat ini, stok beras nasional di Bulog diproyeksikan melampaui 4 juta ton. Jumlah tersebut dinilai masih sangat aman, meskipun sebagian diekspor untuk katering jemaah haji Indonesia. Dalam rapat tersebut diputuskan seluruh kebutuhan beras jemaah haji dipastikan berasal dari produksi dalam negeri dan diekspor ke Arab Saudi.

Zulkifli Hasan menegaskan ketersediaan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi. "Stok Bulog insyaallah lebih dari 4 juta ton. Karena itu, kita ingin jemaah haji kita menggunakan beras dari Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu.

 

Baca Juga: Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

 

Beras Haji Nusantara

Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf. Ia mengatakan beras yang akan diekspor untuk katering haji tersebut diberi nama Beras Haji Nusantara. Pengiriman beras lokal itu diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Irfan menyampaikan total kebutuhan beras untuk 205.420 jemaah, yang terdiri atas jemaah haji reguler dan petugas, mencapai 2.280 ton. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah, yakni 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

"Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa Nusantara," katanya. Kementerian Haji dan Umrah mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, serta tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen.

Selama ini, tambah Irfan, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram atau setara Rp 16.824 per kilogram. Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat mencapai Rp 16.000 per kilogram saat tiba di dapur penyedia layanan katering.

Kebijakan ekspor beras lokal untuk katering haji tersebut juga menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jemaah. Irfan mengungkapkan, dalam komposisi menu yang diberikan, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk seberat 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Selain beras, rapat koordinasi tersebut juga membahas penguatan aspek keamanan pangan, termasuk percepatan penerapan label Tinggi Gula pada produk pangan olahan tertentu. Pelabelan ini dimaksudkan sebagai bentuk edukasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas terkait kandungan gula dalam produk pangan. (wan/ali/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional