Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Polres Tuban Bekuk ASN Penganiaya Empat Pegawai SPBU, Korban Alami Memar di Wajah

Pratama Karamoy • 2026-02-11 16:13:31
Polisi menangkap SJ, oknum ASN Kecamatan Parengan, Tuban, Jawa Timur, yang diduga menganiaya empat pegawai SPBU
Polisi menangkap SJ, oknum ASN Kecamatan Parengan, Tuban, Jawa Timur, yang diduga menganiaya empat pegawai SPBU

TUBAN – SJ, oknum ASN yang bertugas di Kecamatan Parengan, Tuban, Jawa Timur dibekuk polisi pada Senin (9/2) malam. Dia diduga menganiaya empat petugas SPBU Parangbatu.

Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto mengatakan, SJ ditangkap di rumahnya, tepatnya di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. Pelaku diamankan tanpa perlawanan. "Saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik. Untuk hasilnya, nanti akan segera kami informasikan," ucapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (10/2).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi Sabtu (7/2), sekitar pukul 18.45 WIB. Awalnya SJ yang mengendarai mobil, hendak mengisi BBM jenis pertamax di SPBU Parangbatu. Petugas tidak bisa melayani SJ lantaran masih mengecek stok BBM. VPF, operator SPBU, meminta terduga pelaku untuk menunggu. "SJ marah, kemudian turun dari mobil dan langsung menarik kerah korban (VPF, Red), pelaku juga menarik topi dan memukul wajah korban," ucap Siswanto.

Tiga petugas lainnya juga babak belur dihajar SJ. AN, saat berusaha melerai, justru wajah dan perutnya dipukul SJ. PS, menerima bogem mentah di wajah dan kakinya ditendang hingga jatuh. Sementara, RW, kena jotos di wajah.

Akibat serangan itu, wajah dan leher VPN memar. Kepalanya juga pusing. AN menderita sakit dan nyeri pada area wajah. PS sakit di wajah dan hidungnya memar. Hidungnya sempat berdarah. Sedangkan RW, luka memar di wajah dan bibir.

 

Baca Juga: Kemenko Bidang Paman Lepas Cadangan Beras Nasional untuk Katering Haji

 

Amankan CCTV

Dari TKP, polisi mengamankan rekaman CCTV yang merekam jelas insiden brutal tersebut. Selain itu, petugas juga telah meminta keterangan saksi.

Menurut Siswanto, saat ini penyidik masih mendalami motif terduga pelaku. "Pelaku sudah diamankan, tidak ada perlakuan khusus meski yang bersangkutan berstatus sebagai ASN," paparnya. (an/ds/aph/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Kriminal #Nasional