Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Dispendik Jember Nonaktifkan Guru yang Geledah Siswa sampai Telanjang

Pratama Karamoy • 2026-02-12 12:08:46
Ilustrasi
Ilustrasi

JEMBER – Setelah sebagian murid sempat traumatis akibat penggeledahan berlebihan oleh seorang guru, kegiatan belajar mengajar di SDN Jelbuk 2 Jember Jawa Timur sudah berjalan normal kembali. 

Dinas Pendidikan Jember juga mengakomodasi permintaan wali murid dengan menonaktifkan guru yang bersangkutan dan selanjutnya menjalani pembinaan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami menggelar pertemuan dengan wali murid guna mencari solusi bersama agar situasi tidak semakin memanas," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Arief Tjahjono, seperti dikutip dari Radar Jember Grup Jawa Pos kemarin (11/2).

Sebagaimana ramai menjadi sorotan di berbagai platform, Bu Guru F yang kehilangan uang Rp 75 ribu menggeledah para siswa kelas V sampai telanjang pada Jumat (6/2) pekan lalu. Sebelumnya, pada Senin (2/2) pekan lalu dia juga kehilangan Rp 200 ribu.

Sehari setelah penggeledahan pada Jumat pekan lalu itu, mengutip Arief, sebagian siswa tidak hadir di sekolah. Diduga mereka masih diliputi rasa cemas atas kejadian sehari sebelumnya.

Arief menyebut, sejak Minggu (8/2), pihaknya telah turun langsung ke sekolah untuk mengambil langkah persuasif. Tujuan utamanya menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

"Alhamdulillah, pada prinsipnya kegiatan belajar mengajar ini tidak terganggu dan (persoalan) ini sudah bisa kami atasi," ujarnya.

 

Baca Juga: Menkes: 1.824 Orang Kaya Masih Terima Bantuan Iuran

 

Permintaan Wali Murid

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan dengan para wali murid, Dispendik Jember juga memanggil Guru F pada Senin (10/2). Langkah tersebut diambil agar suasana sekolah kembali kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan berkepanjangan.

Pemulihan psikologis siswa juga menjadi perhatian khusus. Saat kembali mendatangi sekolah (10/2), tim Dispendik didampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember.

Tujuannya untuk melakukan trauma healing atau penyembuhan trauma agar anak-anak tidak menyimpan ketakutan mendalam. Melalui pendekatan psikologis dan komunikasi dengan orang tua, dinas berupaya meyakinkan bahwa lingkungan belajar tetap aman.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kami akan memperbaiki kinerja agar tidak terjadi lagi hal seperti ini di masa mendatang," katanya. (kin/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional