Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pelajar Korban Dugaan Pengeroyokan Brutal di Situbondo yang Dua Hari Koma: Menelan Makanan Masih Sulit, Hari Ini Dijadwalkan Operasi

Pratama Karamoy • 2026-02-12 12:29:44
PERAWATAN: Muhammad Nurul Huda terbaring di RSD dr Soebandi Jember, Jatim, kemarin (11/2).
PERAWATAN: Muhammad Nurul Huda terbaring di RSD dr Soebandi Jember, Jatim, kemarin (11/2).

MUHAMMAD Nurul Huda memang sudah tidak lagi koma. Namun, sampai hari kelima dirawat di RSD dr Soebandi Jember, Jawa Timur, kemarin (11/2), kondisi pemuda 18 tahun yang diduga menjadi korban pengeroyokan itu masih sangat lemas dan sulit menelan makanan.

“Kalau makan nasi muntah, yang bisa masuk hanya air dan susu,” ucap Miskari Harjo sang ayah kepada Radar Situbondo Grup Jawa Pos kemarin. Hari ini (12/2) rencananya siswa kelas III SMKN 1 Panji, Situbondo, tersebut akan menjalani operasi. "Katanya dokter, operasi pengambilan gumpalan darah pada otak belakang," kata Miskari.

 

Pemuda yang tinggal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo, tersebut diduga dikeroyok RZ 18 dan dua temannya, RA serta JM, di Jalan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, pada Jumat (6/2) pekan lalu. Namun, keluarga baru mengetahui kondisinya itu keesokan harinya setelah diantar pulang teman-temannya.

"Habis dipukuli anak saya tidak langsung pulang, masih bermalam di rumah temannya di Panarukan (Situbondo). Keesokan harinya diantarkan pulang dengan kondisi dua mata lebam," ujar Miskari.

Sampai kemarin, Polres Situbondo belum melakukan penetapan tersangka. Hari ini (12/2) baru dijadwalkan pemeriksaan tiga saksi.

"Tiga saksi yang akan kami periksa adalah RZ, RA, dan JM sebagai saksi yang ada di lokasi kejadian," ujar Kasihumas Polres Situbondo Ipda Slamet Yuwono.

Slamet menambahkan, sejak menerima laporan dugaan pengeroyokan terhadap Nurul Sabtu lalu (7/2), pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan cepat. Di antaranya memfasilitasi visum terhadap korban hingga dirujuk ke RSD dr Soebandi.

Penyidik Polres Situbondo, lanjut Slamet, juga sangat aktif berkomunikasi dengan keluarga Nurul sejak masuk ke rumah sakit. "Penyidik dapat kiriman video dari keluarga korban. Namun, kami belum berani ban karena itu kan ranah kesehatan," ujar Slamet.

 

Baca Juga: Dispendik Jember Nonaktifkan Guru yang Geledah Siswa sampai Telanjang

 

Harapan Keluarga

Sepulangnya ke rumah, keluarga langsung melarikan Nurul ke Puskesmas Kapongan. Selanjutnya, dia dirujuk ke RS Elizabeth dan RSUD Situbondo. Namun, kedua rumah sakit itu sama-sama tidak mampu menangani.

“Saat dibawa ke Elizabeth alatnya kurang memadai, di RSUD iya juga. Terus anak saya harus dirujuk ke Jember. Hasil pemeriksaan di Jember, anak saya diduga mengalami darah beku di bagian kepala belakang hingga koma dua hari,” kata Miskari.

Keluarga berharap para pelaku bisa ditangkap dan mendapat hukuman sesuai undang-undang yang berlaku. Sebab, pengeroyokan itu dinilai sangat brutal. “Doakan juga ya operasi anak saya lancar dan anak saya selamat,” kata Miskari.(*/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional