Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Danantara Siapkan 20 Proyek Hilirisasi, Kucurkan Rp 437 Triliun, Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Pratama Karamoy • 2026-02-16 14:47:10
Danantara
Danantara

JAKARTA – Gelombang hilirisasi kian agresif. Danantara Indonesia menyiapkan 20 proyek lintas sektor dengan total investasi USD 26 miliar atau setara Rp 437,65 triliun. Proyek-proyek tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja baru di berbagai daerah.

"Dari total 20 proyek, enam di antaranya sudah memasuki tahap groundbreaking. Berikutnya akan disusul 14 proyek lagi," kata CEO Danantara Rosan P. Roeslani dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, akhir pekan lalu (13/2).

Secara rinci, enam proyek telah groundbreaking pada 6 Februari lalu dengan nilai investasi sekitar USD 7 miliar. Sementara 14 proyek lainnya akan menyusul dengan total investasi USD 19 miliar.

 

Sektor Mineral

Di sektor mineral, hilirisasi diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri logam strategis. Proyeknya mencakup pengolahan alumina menjadi aluminium, pembangunan smelter-grade alumina dari bauksit, hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), produksi copper rod, wire dan tube, pengolahan aspal Buton (asbuton), besi baja dari pasir besi, stainless steel berbasis nikel, hingga manganese sulfate.

 

Ketahanan Energi

Selain itu, akan dikembangkan manufaktur modul surya terintegrasi berbasis bauksit dan silika. Di sektor energi, Danantara mendorong pengembangan bioavtur berbasis used cooking oil (UCO) di Cilacap serta bioetanol di Banyuwangi. "Penguatan ketahanan energi juga dilakukan melalui pembangunan kilang minyak domestik dan peningkatan kapasitas penyimpanan minyak nasional," imbuhnya.

 

Baca Juga: Imlek dan Ramadan Beriringan, Cerminan Keseharian Pontianak Merawat Keberagaman

 

Pangan-Agrikultur

Sektor pangan dan agrikultur, hilirisasi difokuskan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Programnya meliputi bisnis ayam terintegrasi, pengolahan garam industri, rumput laut menjadi karagenan, produk turunan sawit (oleofood), pala menjadi oleoresin, ekosistem produksi ikan tilapia, hingga hilirisasi kelapa terintegrasi.

"Pendekatan lintas sektor ini bertujuan menangkap seluruh nilai tambah di dalam negeri dengan mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi," tuturnya. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah. Mulai Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Indonesia timur. (agf/dio/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Danantara #Nasional